Wamena, Papua Pegunungan, KV – Bupati Jayawijaya Athenius Murib bersama warga membersihkan dan menata kembali kediaman Bupati Jayawijaya pada Jumat (4/4/2025) sore.
Sebelumnya mantan Bupati Jayawijaya David Hubi yang menempati rumah itu. Setelah itu rumah itu tak lagi ditempati bupati berikutnya.
Bupati Athenius beserta sekitar 50 warga sangat antusias membersihkan rumah jabatan mulai pukul 15.00 WIT.
Tokoh agama terlebih memimpin doa bersama sebelum memulai kegiatan pembersihan rumah jabatan.
Tampak sebagian besar bangunan rumah jabatan telah rusak. Rumput ilalang yang tinggi mengelilingi rumah tersebut.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Bupati Athenius untuk memperbaiki dan memulihkan rumah jabatan bupati yang telah lama terabaikan.
Bupati Athenius Murib mengatakan, rumah jabatan Bupati Jayawijaya merupakan “Honai Orang Hubula” dan “Honai Kabupaten Induk” yang memiliki nilai sejarah dan budaya dari perjalanan Kabupaten Jayawijaya.
“Kediaman ini adalah istananya masyarakat Jayawijaya yang memiliki pesan penting dari perjalanan kabupaten ini sehingga perlu kita rawat dan lestarikan,” katanya.
Athenius berkomitmen memulai awal penataan dengan membenahi infrastruktur yang sudah terlihat rusak karena minim perawatan selama belasan tahun.
“Sebagai pemerintah berkomitmen untuk membangun kembali kediaman yang bersejarah ini, ” kata Athenius.
Ia menyatakan bahwa ketika kantor bupati sudah terlihat megah maka seharusnya juga rumah kediaman bupati.
Ia menyatakan, siapapun bupati berikutnya, ini adalah rumah negara, honai orang Lembah. Athenius sangat perihatin dengan kondisi honainya orang Lembah yang tidak terawat selama 15 tahun.
“Setelah pembersihan, kediaman ini akan masuk dalam program prioritas kami untuk memulai memperbaikinya kembali, ” katanya.
Dukungan keluarga
Sementara Yosefina Floriana Hubi selaku pihak keluarga dari Almahrum Bupati David Hubi menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan yang memiliki kuasa atas kehidupan manusia.
“Kedatangan Bapak Bupati Jayawijaya dan Ibu, serta masyarakat yang datang membersihkan istana pemerintah hari ini, adalah rencana Tuhan,” katanya.
Menurutnya, kediaman ini sebenarnya tidak sengaja dibiarkan terlantar namun karena adanya insiden yang telah terjadi pada tahun silam.
Hal ini dipicu karena ada respon masyarakat, pemerintah daerah, dan pemilik hak ulayat yang belum sejalan.
Ia berharap keluarga dan masyarakat Jayawijaya tidak boleh menghambat niat baik bupati untuk membenahi dan menata kembali kediaman rumah bupati.
“Saya sangat setuju jika rumah ini dihuni kembali oleh Bupati. Beliau memiliki hak untuk berada di rumah ini melayani rakyat Jayawijaya, ” ucapnya. (Stefanus Tarsi)