Ciptakan Damai bagi Suku Mimika dan Suku Mee di Papua
Oleh Titus Pekei Agoyadokii, dosen Antropologi Budaya dari Sekolah Tinggi Katolik Touye Paapaa di bawah naungan Keuskupan Mimika.
Suku Mimika bukan suku Komoro, melainkan Orang Kamoro. Suku Mimika dan Suku Mee: harmoni, stop giring soal lain.
Seruan untuk menjaga kedamaian dan mempererat persaudaraan antara Suku Mimika dan Suku Mee kembali ditegaskan kalangan akademisi.
Pernyataan ini menyoroti pentingnya harmoni sosial serta ajakan menghentikan narasi yang berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat Papua.
Suku Mimika merupakan kelompok masyarakat adat yang mendiami wilayah Kabupaten Mimika. Sementara itu, Suku Mee banyak tersebar di wilayah pegunungan tengah Papua, termasuk di sekitar Deiyai, Dogiyai, Paniai, dan daerah sekitarnya.
Kedua suku ini memiliki sejarah panjang, sistem kekerabatan, serta tradisi budaya yang kuat dan saling dihormati dalam kehidupan sosial masyarakat Papua.
Saya menegaskan bahwa keberagaman suku di Tanah Papua merupakan kekayaan sosial yang tidak boleh dirusak oleh kepentingan sesaat.
Dalam perspektif antropologi budaya, perbedaan bukanlah sumber konflik, melainkan fondasi dialog dan kerja sama.
Ajakan “stop giring soal lain” dimaknai sebagai imbauan kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah hubungan antarsuku.
Suku Mimika memiliki peran penting dan kontribusi besar bagi Suku Mee, Suku Migani, dan suku lainnya. Hubungan Suku Mee dan Suku Mimika memiliki jejak sejarah panjang, bukan hubungan yang baru tumbuh.
Karena itu, tidak sepatutnya dipermainkan atau digiring untuk menciptakan perpecahan. Mereka satu dalam persaudaraan, jangan saling memancing persoalan lain yang berpotensi menimbulkan konflik.
Solidaritas, penghormatan terhadap adat, serta komunikasi yang bijak menjadi kunci utama dalam menciptakan stabilitas sosial dan pembangunan bersama.
Damai di Tanah Papua bukan hanya tanggung jawab tokoh adat dan pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat yang hidup dan bertumbuh di atas tanah yang sama.
Mari ciptakan Papua sebagai Tanah Damai. Jaga persaudaraan. Rawat harmoni untuk masa depan Papua yang lebih baik. Sebut, ucap, dan panggil dengan benar: Orang Kamoro, Suku Mimika.












