Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini
Papua Pegunungan

Gubernur John Tabo Sumbang 400 Juta Untuk Pastori GKI Lacharoi di Wamena

87
×

Gubernur John Tabo Sumbang 400 Juta Untuk Pastori GKI Lacharoi di Wamena

Sebarkan artikel ini
Gubernur John Tabo, Ketua MRP Papua Pegunungan, Agus Nikilik Hubi, Karo Umum, Charles P.Panggabean menghadiri peresmian Pastori GKI Lacheroi HOm-HOM

Jayawijaya, KV – Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, menghadiri peresmian Rumah Pastori GKI Lacharoi Hom-Hom di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, pada Rabu (18/2/2026).

Dalam acara tersebut, John Tabo secara pribadi menyumbangkan dana sebesar Rp400 juta guna menutupi sisa biaya pembangunan.

“Ketua Panitia, sisa kekurangan sebesar 400 juta rupiah tersebut menjadi tanggung jawab pribadi saya. Saya mengundang perwakilan panitia dan majelis untuk datang langsung ke rumah saya pada hari Rabu depan,” ujar John Tabo di hadapan jemaat.

Dikesempatan itu juga, John Tabo menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan yang mendalam kepada jajaran gereja serta seluruh jemaat GKI atas dukungan doa yang terus mengalir bagi pemerintah.

“Saya berada di posisi ini semata-mata karena doa dari Bapak dan Ibu sekalian. Dukungan rohani termasuk GKI Lachairoi Hom-Hom, menjadi kekuatan utama bagi saya dalam menjalankan tanggung jawab sebagai Gubernur,” ungkapnya

Ia juga mengenang momen saat masa debat kandidat yang digelar di Aula Aithousa GKI Betlehem Wamena dua tahun lalu. Kala itu, ia menyaksikan perjuangan Pendeta Vera dan jemaat yang menggelar bazar “Bakar Batu” untuk menggalang dana pembangunan Rumah Pastori ini.

“Saya ingat betul saat itu jemaat bekerja keras mencari dana melalui bazar. Saya pun sempat hadir dan makan di sana sebagai bentuk dukungan awal. Hari ini, saya bersyukur bisa melihat pembangunan ini tuntas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gubernur  John Tabo juga memberikan apresiasi tinggi kepada Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua atas kontribusi historisnya dalam membangun sumber daya manusia di wilayah pegunungan. GKI bukan hanya membawa kabar baik (Injil), tetapi juga menjadi pionir di Tanah Papua Pegunungan ini.

Terima kasih yang mendalam saya sampaikan kepada saudara-saudaraku dari Biak, Serui, Jayapura, Manokwari, Sorong, Nabire, dan seluruh wilayah pesisir. Kehadiran Bapak dan Ibu bukan sekadar membawa Terang Injil, tetapi juga pengabdian sebagai guru dan perawat yang luar biasa,”ungkapnya.

Menurutnya, dedikasi dan perjuangan Bapak serta Ibu sekalian telah menjadi tonggak utama dalam mengangkat harkat dan martabat kami, masyarakat di wilayah pegunungan.

“Tiada kata yang cukup untuk membalasnya, namun kami percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus akan memberkati dan membalas setiap tetes keringat, jasa, serta ketulusan hati yang telah Bapak dan Ibu curahkan bagi kami.”pungkasnya.(Stefanus Tarsi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *