Wamena, KV- Pembentukan alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat Papua Pegunungan telah resmi terlaksana pada Senin (17/3/2025) kemarin di Wamena.
Komisi III DPR Papua Pegunungan yang membidangi sektor keuangan dan aset.
berkomitmen mendorong pemda untuk memacu pendapatan asli daerah (PAD).
Hal ini disampaikan Ketua Komisi III DPR Papua Pegunungan Yosia Busup,S.Sos setelah pertemuan dengan jajaran pimpinan dan anggota Komisi III di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (18/3/2025).
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRP Papua Pegunungan, Kamilius Logo,SE. Sekretaris Komisi III DPRP Papua Pegunungan, Takinus Yikwa,S.Ak.,M.AP, serta dua Anggota Komisi III DPRP Papua Pegunungan, yakni Otoni Bahapol,S.Sos dan Thinus Peyon.
Yosia mengatakan, kegiatan pertemuan pada Selasa ini merupakan rapat internal perdana di Komisi III DPR Papua Pegunungan.
“Rencananya setelah libur Lebaran, kami akan melaksanakan sejumlah kegiatan, antara lain, pelaksanaan rapat dan audiensi dengan mitra Komisi III, ” papar Yosia.
Yosia menuturkan, pihaknya akan mendorong Pemprov Papua Pegunungan untuk lebih fokus kepada peningkatan PAD.
Hal ini harus menjadi prioritas utama karena ABPD Provinsi Papua Pegunungan 98 persen adalah dana transfer pemerintah pusat.
Menurutnya, Inpres Presiden Nomor 1 Tahun 2025 dan Keputusan Menteri keuangan Nomor 29 terkait efisiensi anggaran berdampak menurunnya pendapatan dana transfer Dana Tambahan Infrastruktur dan Otsus yang bersumber dari dana alokasi umum dan dana alokasi khusus.
“Dengan kebijakan efisiensi anggaran, APBD Pemprov Papua Pegunungan akan berpengaruh. Sebab, mayoritas sumber APBD dari dana transfer pusat, ” ungkapnya.
Yosia berpendapat, harus ada upaya yang lebih optimal untuk mengenjot sumber-sumber pendapatan. “Hanya dengan cara tersebut dapat meningkatkan PAD bagi Provinsi Papua Pegunungan, ” tambahnya.*** Stefanus Tarsi