Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini
HUKUM & KRIMINAL

OPM Akui Bunuh Nakes dan Warga Sipil di Tambrauw, Keduanya Dituduh Intelijen

1
×

OPM Akui Bunuh Nakes dan Warga Sipil di Tambrauw, Keduanya Dituduh Intelijen

Sebarkan artikel ini
juru bicara OPM, Sebby Sambom.

Tambrauw, KV— Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengakui membunuh seorang tenaga kesehatan dan warga sipil di Tambrauw karena dituduh sebagai intelijen militer Indonesia.

Pengakuan tersebut disampaikan melalui juru bicara OPM, Sebby Sambom, dalam siaran pers resmi tertanggal Selasa, 17 Maret 2026.

Sebby menyebut penindakan dilakukan oleh Kodap XXXIII Ru Mana Tambrauw dalam operasi yang berlangsung pada 16 Maret 2026.

Ia mengklaim korban merupakan agen intelijen militer Indonesia yang menyamar sebagai tenaga kesehatan di wilayah Kabupaten Tambrauw.

Dalam pernyataannya, Sebby juga menyebut pihaknya menyita sejumlah amunisi serta alat komunikasi dari korban yang telah dieksekusi.

Selain itu, ia mengatakan dua orang lainnya berhasil melarikan diri dan bergabung dengan aparat militer di wilayah setempat.

Sebby juga menyampaikan peringatan kepada pihak yang mereka tuduh sebagai agen intelijen untuk segera meninggalkan wilayah konflik bersenjata.

Ia menegaskan kelompoknya akan mengambil tindakan terhadap pihak yang dianggap terlibat dalam aktivitas intelijen di Papua.

“Kami siap mengeksekusi setiap agen intelijen militer Indonesia yang masuk ke wilayah konflik bersenjata,” ujar Sebby dalam keterangannya.

Petugas mengevakuasi korban dari lokasi kejadian di wilayah Tambrauw menuju titik aman untuk penanganan lebih lanjut di tengah situasi konflik.

Selain itu, Sebby juga meminta Palang Merah Internasional dan jurnalis asing untuk masuk ke Papua memantau situasi konflik.

Ia menyebut kehadiran pihak internasional penting untuk membantu korban dan memberikan informasi yang berimbang kepada dunia.

Sebby juga menyampaikan adanya ribuan warga yang mengungsi akibat konflik bersenjata di berbagai wilayah Papua saat ini.

Ia meminta lembaga kemanusiaan internasional membantu penyediaan fasilitas darurat bagi masyarakat terdampak konflik bersenjata di Papua. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *