Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini
PENDIDIKANREGIONALSOSIAL BUDAYA

Pemprov Papua Barat Daya Serahkan Minibus, Dukung Mobilitas Siswa SLB

9
×

Pemprov Papua Barat Daya Serahkan Minibus, Dukung Mobilitas Siswa SLB

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyerahkan secara simbolis bantuan kendaraan minibus kepada perwakilan Sekolah Luar Biasa (SLB) di halaman SDLB Inpres 73 Kota Sorong, Jumat (9/1/2026), sebagai upaya mendukung layanan transportasi dan akses pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus. (Foto KOMINFO PBR)

Sorong, KV- Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyalurkan bantuan empat unit kendaraan minibus kepada Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Sorong Raya.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos, di halaman SDLB Inpres 73 Kota Sorong, Jumat (9/1/2026).

Bantuan ini merupakan wujud komitmen Pemprov Papua Barat Daya dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, khususnya dalam mengatasi keterbatasan sarana transportasi menuju sekolah.

Empat unit minibus tersebut bersumber dari dana otonomi khusus (Otsus) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya Tahun Anggaran 2025.

Adapun alokasinya, masing-masing satu unit untuk SLB Kota Sorong dan SLB Kabupaten Sorong, serta dua unit untuk SLB Kabupaten Raja Ampat.

Gubernur Elisa Kambu menuturkan, banyak peserta didik SLB yang berdomisili cukup jauh dari sekolah, sementara tidak semua orang tua memiliki kendaraan pribadi. Kondisi ini kerap menjadi kendala, terutama saat cuaca tidak mendukung.

“Dengan adanya kendaraan ini, kami berharap anak-anak tidak lagi terkendala transportasi dan dapat mengikuti kegiatan belajar secara rutin,” ujar Elisa Kambu.

Ia menegaskan, pengelolaan Sekolah Luar Biasa merupakan kewenangan pemerintah provinsi, termasuk penyediaan fasilitas, tenaga pendidik, hingga perencanaan pengembangan sarana dan prasarana sekolah sesuai kebutuhan peserta didik.

Penggunaan dan pengelolaan minibus sepenuhnya diserahkan kepada pihak sekolah untuk mendukung layanan antar-jemput siswa, kegiatan pembelajaran di luar kelas, serta aktivitas ekstrakurikuler.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua sekaligus memastikan hak pendidikan bagi siswa SLB tetap terpenuhi secara optimal, ” harapnya. (Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *