Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini
Papua Pegunungan

Pemprov Papua Pegunungan Gelar Bimtek Keprotokolan untuk Tingkatkan Kapasitas ASN

214
×

Pemprov Papua Pegunungan Gelar Bimtek Keprotokolan untuk Tingkatkan Kapasitas ASN

Sebarkan artikel ini
Asisten II Setda Papua Pegunungan, Elai Giban didampingi Kepala Biro Umum, Charles Panggabean berserta peserta bimtek protokoler Se- Provinsi Papua Pegunungan. Selasa ( 25/11/2025)

Jayawijaya, KV– Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Biro Umum menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas ASN dalam etika keprotokolan, public speaking, dan master of ceremony di Wamena, Papua Pegunungan, Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Sandra Erawanto dari Kementerian Sekretariat Negara sebagai narasumber, serta Salomina Gobay, seorang profesional MC, yang juga turut memberikan materi. Para peserta berasal dari perwakilan delapan kabupaten di wilayah Papua Pegunungan.

Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Elai Giban, membacakan sambutan Gubernur Papua Pegunungan John Tabo dalam pembukaan kegiatan Bimtek Keprotokolan di provinsi tersebut.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa “kegiatan ini memiliki arti penting bagi upaya kita membangun tata kelola pemerintahan yang lebih profesional, berwibawa, dan melayani masyarakat dengan baik.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara, narasumber, serta para peserta yang telah hadir dari kabupaten-kabupaten di wilayah Papua Pegunungan.

“Kehadiran saudara-saudara menunjukkan semangat dan komitmen kita bersama untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, dan kompetensi aparatur, khususnya di bidang humas, keprotokolan, dan komunikasi pimpinan,” demikian sambutan tersebut.

Elai juga menekankan bahwa keprotokolan tidak sekadar tata upacara atau aturan seremonial, melainkan bagian penting dalam menjaga citra, marwah, dan kehormatan lembaga pemerintahan.

Humas dan komunikasi pimpinan disebut memegang peranan strategis dalam menyampaikan pesan pembangunan, menjaga hubungan dengan masyarakat, dan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik.

“Dalam konteks Papua Pegunungan sebagai provinsi baru yang sedang membangun jati diri, kemampuan mengelola komunikasi publik dan keprotokolan dinilai menjadi kebutuhan mutlak. Pemerintahan modern memerlukan aparatur yang cekatan, profesional, serta memiliki etika dan integritas, ” tuturnya.

Ia memaparkan, Bimtek diharapkan menjadi ruang belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat jejaring kerja antarpelaksana keprotokolan dan humas di seluruh wilayah.

Melalui peningkatan kapasitas SDM, pemerintah berharap setiap kegiatan pemerintahan dapat berjalan rapi, teratur, tepat waktu, serta memberi pelayanan terbaik. Para peserta juga diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa standar baru yang lebih baik dan profesional di instansi masing-masing.

“Semoga upaya kecil yang kita lakukan hari ini memberikan dampak besar bagi terbangunnya pemerintahan yang terpercaya, melayani, dan dekat dengan rakyat,” demikian pesan penutup dalam sambutan gubernur yang dibacakan Elai.

Tiga hari

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pimpinan Biro Umum Pemprov Papua Pegunungan, Alfrida Asso, juga menyampaikan pengarahan kepada peserta. Ia menghormati seluruh peserta dari delapan kabupaten, perwakilan BOPD, CSPrI, Walpri, dan ajudan yang hadir.

Kepala Bagian Administrasi Pimpinan Biro Umum Pemprov Papua Pegunungan, Alfrida Asso

Ia menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dilaksanakan untuk memperkuat tugas dan pelayanan di bidang keprotokolan, terutama karena adanya pimpinan baru serta kebutuhan untuk membangun sinergi kerja. Dua narasumber, yakni Sandra Irawanto dari Kementerian Sekretariat Negara dan Salomina Gobay, diharapkan dapat memberikan materi yang relevan bagi pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Teman-teman yang butuh ilmu ini, ini adalah kesempatan untuk kita belajar bersama. Keprotokolan bukan hanya dijalankan oleh Biro Umum, tetapi juga dibutuhkan oleh teman-teman OPD karena akan berhubungan secara teknis dengan kementerian-kementerian terkait,” ujarnya.

Ia menutup arahannya dengan harapan bahwa peserta dapat mengikuti seluruh materi agar memiliki dasar keprotokolan yang kuat dalam mendukung tugas pelayanan pemerintahan. (Stefanus Tarsi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *