Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini
OPINI

Penerus Sejati Ajaran Yesus Kristus

79
×

Penerus Sejati Ajaran Yesus Kristus

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi renungan.

Penerus Sejati Ajaran Yesus Kristus
(Hari Minggu Biasa V, 8 Februari 2026)

Bapa, Ibu, Saudara, dan Saudari sekalian yang terkasih, dalam Misa Kudus Hari Minggu Biasa V ini, kita diajak untuk merenungkan satu pokok penting yang ditekankan Yesus dalam pengajaran-Nya, yakni pentingnya kadar dan bobot iman.

Bukan sekadar memiliki iman, apalagi iman yang samar dan tidak teruji, tetapi iman yang jelas arah, kedalaman, dan kekuatannya.

Melalui berbagai cara, seseorang dapat menjadi pengikut Yesus Kristus: menerima-Nya sebagai Penyelamat, meneguhkan kadar imannya, serta menjadi pewarta sabda-Nya.

Yesus sendiri dengan tegas menuntut kadar dan bobot iman para pengikut-Nya, sebab merekalah yang kelak menjadi penerus sejati ajaran-Nya.

Yesus tidak mengutamakan kelompok orang yang hanya menjadi penyerap pasif ajaran-Nya. Bukan pula iman yang sekadar tercantum di KTP, tetapi tidak tampak dalam sikap hidup, perkataan, dan perbuatan. Yang Ia kehendaki adalah iman yang berkadar dan berbobot, iman yang memiliki daya pengolah dan pelezat, iman yang mampu meresapkan kekuatan pembangun dari ajaran itu sendiri.

Iman seperti itulah yang diibaratkan Yesus dengan garam. Garam yang asin mampu meresap ke dalam makanan, memberi rasa, dan menjadikannya lezat. Garam juga berfungsi mengawetkan, membuat sesuatu bertahan lebih lama.

Maka Yesus berkata kepada mereka yang berusaha menjaga dan menghidupi kadar imannya:

“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang” (Mat. 5:13).

Dengan iman yang kokoh dan berbobot, kita dipanggil menjadi pengajar iman bagi sesama. Seperti Yesus yang mengajar dengan kuasa dan wibawa karena Ia pembawa dan pemberi Roh, demikian pula para pengikut-Nya.

Mereka yang karena imannya disebut sebagai garam dunia dan terang dunia (bdk. Mat. 5:14) adalah orang-orang yang diandalkan Yesus sebagai penerus sejati ajaran-Nya.

Pastor Charles Loyak Deket OSC.

Para penerus sejati ajaran Yesus Kristus—dan kiranya kita termasuk di dalamnya—dipanggil untuk hidup dengan sikap murah hati, sebagaimana Tuhan menghendakinya. Pedoman hidup mereka adalah Tuhan sendiri.

Hidup mereka harus memancarkan kebaikan Tuhan, menjadi terang yang merekah seperti fajar, sebab Tuhan telah lebih dahulu melimpahkan kemurahan dan kasih-Nya.

Tuhan adalah teladan dan cermin dalam bersikap murah hati kepada sesama, dan itulah cara yang benar untuk memuliakan-Nya.

Pada saat itulah akan terjadi seperti yang difirmankan Tuhan:
“Engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab; engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Inilah Aku” (Yes. 58:9).

Amin.
Tuhan memberkati kita semua.

(Pastor Charles Loyak Deket OSC).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *