OPINI

Terang Telah Terbit Dalam Kegelapan, di Negeri yang Dinaungi Maut

148
Ilustrasi renungan.

Terang telah terbit dalam kegelapan,
di negeri yang dinaungi maut
(Minggu Biasa III, Penutupan Pekan Doa Sedunia, 25 Januari 2026)

Bapa, ibu, saudara, dan saudari sekalian.
Misa Kudus yang kita rayakan pada hari ini sekaligus merupakan penutupan Pekan Doa Sedunia untuk mendoakan persatuan seluruh umat Kristen.

Semoga doa-doa yang kita panjatkan kepada Tuhan selama satu pekan ini sampai ke hadirat-Nya dan secara perlahan menampakkan buahnya dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis Injil Matius dalam bacaan Injil hari ini (Mat. 4:12–23) mengutip pesan penting Nabi Yesaya: “bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat terang yang besar, dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit terang.”

Sebelum Yesus, Sang Terang yang besar itu tampil, dan setelah Yohanes Pembaptis ditangkap (ay. 12), ternyata jauh sebelumnya Nabi Yesaya telah menubuatkan hal ini (bdk. Yes. 8:23b–9:3). Inilah kabar gembira.

Kabar gembira, warta kelegaan bagi manusia, dinyatakan melalui kedatangan Yesus Kristus. Ia datang dalam kepenuhan Roh, mengajar, menyembuhkan, dan memanggil murid-murid.

Ketika Yesus menyampaikan ajaran-Nya, “Bertobatlah, Kerajaan Surga sudah dekat,” Ia menegaskan bahwa kuasa Raja Surga, yakni Allah sendiri, telah hadir di tengah-tengah kita untuk menggantikan kuasa kegelapan.

Karena itu, berpalinglah dari kegelapan menuju terang. Tinggalkanlah dosa, carilah kuasa Allah yang telah datang, dan berlindunglah kepada-Nya.

Ajakan untuk bertobat berarti ajakan untuk berganti tuan: tidak lagi memilih bayang-bayang dosa dan kegelapan untuk menguasai hidup, melainkan berbalik kepada terang, keadilan, dan kebenaran.

Pastor Charles Loyak Deket OSC.

Kini saatnya telah tiba. Manusia dimampukan untuk membebaskan diri dari perbudakan kuasa jahat dan berpindah ke dalam Kerajaan Terang, sebab Allah telah menegakkan kuasa-Nya di dunia.

Sungguh, terang telah terbit dalam kegelapan, di negeri yang dinaungi maut. Inilah benar-benar kabar gembira.

Sejalan dengan itu, Rasul Paulus menuliskan harapannya dalam surat kepada jemaat di Korintus: “Hendaklah kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu” (bdk. 1 Kor. 1:10–13, 17).

Semoga doa-doa kita selama Pekan Doa Sedunia sampai ke hadapan Tuhan dan, oleh karya-Nya, buah-buahnya perlahan tampak dalam kehidupan kita.

Amin.

Tuhan memberkati kita semua.

(Pastor Charles Loyak Deket OSC)

Exit mobile version