Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini
OPINI

Tuhan Yesus Bangkit, Kita Juga Harus Bangkit

6
×

Tuhan Yesus Bangkit, Kita Juga Harus Bangkit

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi renungan.

Tuhan Yesus Bangkit, Kita Juga Harus Bangkit

(Minggu, Hari Raya Paskah, 5 April 2026)

Bapak, ibu, saudara, saudari, adik-adik, serta anak-anak sekalian, selamat Hari Raya Paskah bagi kita semua!

Meskipun masih dihantui keragu-raguan, iman para rasul terus bertumbuh. Pengalaman makam kosong belum sepenuhnya membuka hati dan pikiran para murid. Namun, gerak Roh Kudus akhirnya membawa mereka untuk mengerti apa yang telah terjadi.

Pada akhirnya, para murid sampai pada kesimpulan bahwa untuk menjadi percaya, tidak harus melihat dengan mata kepala sendiri (bdk. Yoh 20:1–9).

Para murid Yesus memang tidak melihat langsung apa yang terjadi. Namun, makam tempat jenazah Yesus dibaringkan kini kosong.

Tidak ada jenazah di sana. Hanya kain kafan yang terletak di tanah, dan kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kafan itu, melainkan agak di samping, di tempat lain, dan sudah tergulung (ay. 6–7).

Kain kafan dan kain peluh yang sebelumnya mengikat dan melilit jasad Yesus telah terlepas. Itu berarti Yesus hidup. Para murid mulai percaya bahwa Yesus telah bangkit (bdk. Kis 10:34a, 37–43).

Kita sekarang adalah para murid Tuhan Yesus di zaman ini. Kita juga percaya bahwa Yesus, Tuhan kita, telah bangkit.

Saat ini kita merayakan kebangkitan-Nya. Kita bahkan tidak pernah melihat makam tempat jenazah Yesus diletakkan, juga tidak pernah melihat kain kafan dan kain peluh yang digunakan untuk mengikat jasad-Nya. Namun, kita tetap percaya, sungguh percaya, meskipun tidak melihat secara langsung. Tuhan Yesus telah bangkit!

Bapak, ibu, saudara, dan saudari sekalian, Tuhan Yesus yang bangkit itu mengharapkan supaya kita semua yang mengikuti-Nya juga “bangkit”. Tidak harus menunggu sampai setelah kita meninggal dunia.

Pastor Charles Loyak Deket OSC.

Kita harus bangkit selama masih hidup di dunia ini, selama napas masih ada dalam diri kita. Bangkit dari berbagai kejatuhan dan keterpurukan akibat dosa dan kejahatan. Bangkit dari kemalasan, egoisme, keangkuhan, keserakahan, dan berbagai kelemahan lainnya.

Kejatuhan dan keterpurukan itu sungguh membuat pikiran, hati, dan daya hidup kita melemah seolah-olah mati.

Seakan-akan ada “kain kafan dan kain peluh” yang melilit dan mengikat pikiran serta hati kita. Hidup yang kita jalani menjadi sangat terbatas, tidak berkembang, dan tidak bertumbuh. Kita hidup, tetapi seolah-olah sudah mati.

Maka, Tuhan yang bangkit itu, pada hari kebangkitan-Nya ini, memanggil kita masing-masing:

“Marilah bangkit bersama Aku. Lepaskan dan singkirkan ‘kain kafan dan kain peluh’ yang melilit hidupmu itu!” Carilah perkara-perkara yang di atas, di mana Kristus berada (bdk. Kol 3:1–4).

Semoga kuasa dan berkat Yesus yang bangkit membantu kita masing-masing untuk bangkit bersama Dia. Amin.

Selamat Hari Raya Paskah.

(Pastor Charles Loyak Deket OSC)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *