Jakarta, KV—Kenaikan harga avtur akibat eskalasi konflik Timur Tengah mendorong maskapai menyesuaikan tarif tiket penerbangan domestik dan internasional.
Per Rabu (1/4/2026), harga avtur internasional melonjak lebih dari 70 persen dari 74,2 sen AS menjadi 133,8 sen AS per liter.
Kenaikan serupa terjadi pada avtur domestik dari Rp13.656,51 per liter menjadi Rp23.551,08 per liter atau naik lebih 70 persen.
Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto menyebut lonjakan ini memaksa maskapai menyesuaikan strategi operasional dan penetapan harga tiket penerbangan.
“Opsi pertama, tiket dijual pada tarif batas atas dan penyesuaian biaya tambahan bahan bakar untuk menjaga keseimbangan operasional,” ujar Bayu.
Ia menjelaskan maskapai juga mempertimbangkan pengurangan frekuensi penerbangan pada rute dengan tingkat keterisian penumpang rendah saat ini.
“Opsi kedua, menaikkan fuel surcharge sesuai persentase kenaikan avtur guna mencapai titik impas dan mencegah kerugian operasional,” katanya.
Bayu menilai kebijakan tersebut berisiko menurunkan permintaan penumpang akibat sensitivitas harga yang meningkat pada kondisi ekonomi saat ini.
Harga tiket pesawat diperkirakan naik 30 hingga 35 persen akibat lonjakan biaya bahan bakar dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Ia menyebut komponen avtur menyumbang sekitar 35 hingga 40 persen dari total biaya produksi penerbangan maskapai.
INACA telah mengirim surat kepada Kementerian Perhubungan untuk merevisi tarif batas atas dan aturan fuel surcharge yang berlaku.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman Laisa membenarkan kenaikan harga avtur dan menyatakan pembahasan masih berlangsung di internal pemerintah.
Lonjakan harga
Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga avtur mengikuti lonjakan harga energi global sejak pertengahan Maret 2026 secara bertahap.
Penetapan harga dilakukan berdasarkan formula Kementerian ESDM yang mengacu rata-rata harga dalam satu periode penuh setiap bulan.
Lonjakan harga global, termasuk acuan MOPS Kerosene/Jet, mendorong kenaikan signifikan akibat ketatnya pasokan dan meningkatnya permintaan regional.
Pertamina memastikan pasokan avtur tetap aman serta menjaga kelancaran layanan pengisian bahan bakar pesawat di seluruh wilayah operasional. (Redaksi)
