Sorong, KV- PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit VII Kasim memastikan pasokan bahan bakar minyak tetap aman selama momen Idul Fitri 2026.
Komitmen tersebut dilakukan melalui optimalisasi operasional kilang, kelancaran distribusi, serta penguatan koordinasi di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Hal ini disampaikan dalam kunjungan kerja Komite BPH Migas, Bambang Hermanto, di AFT Deo Sorong, Jumat (27/3/2026).
Bambang mengapresiasi peran strategis Kilang Kasim dalam menjaga ketahanan energi di wilayah Papua dan Maluku.
“Keberadaan Kilang Kasim memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan dan ketersediaan energi di kawasan timur Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, distribusi BBM tetap berjalan optimal meski menghadapi tantangan geografis yang cukup kompleks di wilayah tersebut.
Dewan Energi Nasional, Johni Jonatan Numberi, turut mendukung pengembangan Kilang Kasim sebagai langkah strategis nasional.
Ia menilai pengembangan kilang tersebut penting untuk memperkuat ketahanan energi serta menjamin ketersediaan energi masyarakat secara berkelanjutan.
“Pengembangan Kilang Kasim menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia,” katanya.
Sementara itu, General Manager Kilang Kasim, Yodia Handhi Prambara, memastikan kesiapsiagaan operasional selama periode Satgas RAFI.
Ia menegaskan Kilang Kasim terus mengoptimalkan produksi dan distribusi guna memenuhi kebutuhan BBM masyarakat saat perayaan berlangsung.
“Kilang Kasim memastikan pasokan energi tetap aman, lancar, dan tepat sasaran selama meningkatnya mobilitas masyarakat,” ujarnya.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan operasional dan koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor energi.
Selain itu, pengembangan Kilang Kasim diharapkan menjadi infrastruktur kunci dalam mendorong kemandirian energi nasional ke depan.
Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan sistem energi yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan. (Redaksi)
