HUKUM & KRIMINAL

Ikatan Pilot Indonesia Kecam Pembunuhan Dua Pilot Smart Air di Korowai

17
Ketua Ikatan Pilot Indonesia, Capt. Muammar Reza Nugraha, menyampaikan pernyataan sikap mengecam keras penembakan dua pilot Pesawat Smart Air di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Jakarta, KV- Ikatan Pilot Indonesia mengecam keras pembunuhan dua pilot di Bandara Koroway Batu Boven Digoel Papua Selatan pada Rabu 11 Februari 2026.

Ketua Ikatan Pilot Indonesia, Capt. Muammar Reza Nugraha, menyatakan organisasi sangat berduka atas gugurnya Captain Egon Erawan dan Captain Baskoro Adi Anggoro.

“Kami mengecam keras tindakan biadab, keji dan brutal terhadap rekan sejawat kami yang menjalankan tugas penerbangan,” tegas Reza, Kamis (12/2/2026).

Ia menyatakan pelaku menyerang, menganiaya, menembak dan membunuh korban setelah pesawat mendarat di Bandara Koroway Batu.

Reza menegaskan peristiwa tersebut melanggar Undang-Undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009 khususnya BAB XIV Keamanan Penerbangan.

Aparat gabungan TNI-Polri mengevakuasi jenazah dua pilot Smart Air, Kapten Enggon dan Kapten Baskoro, dari Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Kamis (12/2/2026), untuk diterbangkan ke Timika setelah insiden penembakan sehari sebelumnya.

“Tindakan ini juga melanggar aturan internasional ICAO Annex 17 tentang security serta Chicago Convention 1944,” ujarnya.

Ia menambahkan penerbangan merupakan moda transportasi strategis nasional yang vital bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.

Baca juga: https://koranvox.com/bandara-korowai-diamankan-jenazah-dua-pilot-smart-air-dievakuasi-ke-timika/

Menurutnya, transportasi udara menghubungkan wilayah terpencil serta menopang distribusi logistik pangan, layanan medis dan kegiatan perekonomian.

“Pilot sebagai pengemban tugas wajib mendapat perlindungan negara dalam setiap penugasan, terutama di wilayah berisiko tinggi,” katanya.

Objek vital

Reza menegaskan bandara merupakan objek vital nasional yang harus dijaga berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004.

Ia juga menyebut organisasi telah melakukan berbagai kajian untuk memperkuat keamanan penerbangan di Papua dan wilayah rawan lainnya.

“Pada 2022 kami menggelar seminar keamanan penerbangan di Jayapura bersama para pemangku kepentingan,” ucapnya.

Seminar tersebut menghasilkan rekomendasi implementasi pengamanan penerbangan yang diharapkan segera dijalankan pemerintah dan otoritas terkait.

Ikatan Pilot Indonesia meminta pemerintah memperkuat pengamanan bandara serta menindak tegas pelaku demi menjamin keselamatan penerbangan nasional. (Redaksi)

Exit mobile version