Jakarta, KV- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan tertinggi pada Desember 2025 terjadi di daerah terdampak bencana hidrometeorologi, khususnya Provinsi Aceh. Inflasi Aceh tercatat mencapai 3,6 persen, tertinggi secara nasional pada periode tersebut.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa lonjakan inflasi juga dialami dua provinsi lain yang terdampak banjir dan longsor, yakni Sumatera Utara dengan inflasi 1,66 persen dan Sumatera Barat sebesar 1,48 persen. Ketiga provinsi tersebut sebelumnya justru mengalami deflasi pada November 2025.

“Inflasi di wilayah tersebut dipicu gangguan distribusi dan pasokan akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025,” ujar Pudji dalam keterangan resmi BPS, Senin (5/1/2026).
Menurut BPS, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi.
Di Aceh, komoditas beras memberikan andil inflasi terbesar sebesar 0,8 persen, disusul bahan bakar rumah tangga dan minyak goreng yang masing-masing menyumbang 0,26 persen.

Selain inflasi bulanan tertinggi, Aceh juga mencatat inflasi tahunan paling tinggi sepanjang 2025.
“BPS mencatat inflasi tahunan Aceh mencapai 6,71 persen, disusul Sumatera Barat 5,15 persen, Riau 4,88 persen, dan Sumatera Utara 4,66 persen, ” papar Pudji. (Redaksi)












