Jangan menjadi percuma dan sia-sia rahmat Sakramen Baptis yang kita terima
(Pesta Pembaptisan Tuhan, 11 Januari 2026)
Bapak, ibu, saudara, dan saudari sekalian,
pada hari ini kita merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan kita Yesus Kristus.
Kita semua diundang untuk merefleksikan pokok iman yang sangat penting, yakni: mengapa Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dan tanpa dosa, berkenan dibaptis, serta untuk apa sebenarnya kita menerima Sakramen Pembaptisan Suci.
Sebagian besar dari kita telah dibaptis dalam Gereja Katolik. Artinya, melalui sakramen tersebut kita telah menerima banyak rahmat dari Tuhan. Pertama, rahmat pengampunan dosa, baik dosa asal maupun dosa pribadi.
Kedua, rahmat kelahiran baru: kita menjadi anak-anak Allah (bdk. Gal 4:5–7) dan anggota tubuh Kristus (bdk. 1 Kor 6:15).
Ketiga, rahmat pengudusan, yaitu rahmat Roh Kudus yang menguduskan kita dan menjadikan kita orang benar, meskipun kita tetap manusia yang lemah dan berdosa.
Keempat, rahmat yang menjadikan kita anggota Gereja (bdk. Ef 4:25) dan mengambil bagian dalam tugas perutusan Yesus Kristus.
Karena itu, sejak dibaptis sampai sekarang dan sepanjang hidup kita, kita harus selalu sadar dan insyaf, jangan sampai rahmat Sakramen Baptis yang telah kita terima menjadi percuma dan sia-sia.
Tuhan Yesus sendiri dibaptis (bdk. Mat 3:13–17), padahal Dia adalah sumber dari segala rahmat.
Untuk apakah sebenarnya Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis? Pembaptisan Yohanes adalah pembaptisan tobat, sementara Yesus tidak berdosa dan tidak memerlukan pertobatan. Namun, pembaptisan Yesus berkaitan dengan awal pelayanan publik-Nya.
Ia hendak memulai karya keselamatan yang besar, dan penting bagi-Nya untuk diperkenalkan secara terbuka oleh pendahulu-Nya.
Yohanes adalah “suara orang yang berseru-seru di padang gurun” yang dinubuatkan oleh Yesaya, yang menyerukan pertobatan sebagai persiapan akan kedatangan Sang Mesias (Yes 40:3).
Dengan membaptis Yesus, Yohanes menyatakan kepada semua orang bahwa Dialah yang mereka nantikan, Anak Allah, yang akan membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api (bdk. Luk 3:16).
Pembaptisan Yesus di Sungai Yordan menunjukkan peristiwa yang sangat istimewa, menakjubkan, dan penting.
Sesudah dibaptis, Yesus melihat Roh Allah turun ke atas-Nya.
Peristiwa ini menegaskan firman Tuhan melalui Nabi Yesaya: “Lihat, inilah hamba-Ku, yang kepadanya Aku berkenan” (bdk. Yes 42:1–4.6–7), serta kesaksian Kisah Para Rasul: “Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus” (bdk. Kis 10:34–38).
Pembaptisan Yesus menjadi pengakuan publik atas peran dan pelayanan besar Yesus Kristus.
Pembaptisan Yesus juga menunjukkan solidaritas-Nya dengan semua orang berdosa, termasuk diri kita. Kita yang telah dibaptis dipersatukan dengan Yesus Kristus.
Dalam pembaptisan itu, kita turut mati dan dikuburkan bersama-Nya agar kita pun hidup dalam keadaan baru seperti Kristus (bdk. Rm 6:4).
Kita diselamatkan melalui kelahiran kembali dalam pembaptisan dan pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus (bdk. Tit 2:11–14; 3:4–7).
Karena itu, kita perlu semakin sadar dan insyaf akan rahmat Tuhan yang telah kita terima melalui pembaptisan.

Semoga rahmat itu tidak menjadi percuma dan sia-sia, melainkan membantu kita bertumbuh dan berkembang dalam iman.
Sakramen Pembaptisan menjadikan kita anggota Gereja Kristus dan mengikutsertakan kita dalam tugas perutusan Yesus sendiri sebagai nabi, imam, dan raja.
Sebagai nabi, kita ambil bagian dalam mewartakan kebenaran dan sabda Tuhan. Sebagai imam, kita ikut menguduskan dengan perkataan dan perbuatan yang baik, menghantar sesama kepada Tuhan, sumber kekudusan.
Dan sebagai raja, kita dipanggil untuk memimpin, mulai dari memimpin diri sendiri, kemudian keluarga, hingga lingkungan masyarakat yang lebih luas. Memimpin dengan kasih dan cinta, seperti Yesus Kristus sendiri.
Jika kita hidup dan berperan dengan cara demikian, meskipun jatuh bangun dan tidak sempurna, maka rahmat Sakramen Baptis yang telah kita terima tidak menjadi percuma dan sia-sia. Sebaliknya, rahmat itu sungguh bermakna dan terus menjadi berkat bagi sesama.
Amin.
Tuhan memberkati kita selalu.
(Pastor Charles Loyak Deket OSC)












