Jayapura, KV – Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, menegaskan pentingnya transparansi dan keseriusan dalam proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tertinggi (JPT) Madya Sekertaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan.
Hal ini disampaikan Gubernur Jhon Tabo pada pembukaan assesment seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekda, yang digelar Hotel Suni Abe Jayapura pada Rabu, 25 Februari 2026.
“Seleksi jabatan tinggi madya ini harus berjalan transparan dan terbuka untuk seluruh peserta,” tegas John Tabo.
Gubernur John Tabo menegaskan seleksi JPT Madya Sekda menjadi momentum penting memperkuat fondasi birokrasi Papua Pegunungan sebagai provinsi baru.
Baca Juga: Gubernur John Tabo Buka Assessment Seleksi JPT Madya Sekda Papua Pegunungan di Jayapura
“Kita ingin membangun pemerintahan yang lebih baik dari pengalaman sebelumnya,” katanya.
Ia mengingatkan tiga peserta yang lolos administrasi agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh.
“Kesempatan ini jangan disia-siakan, karena kalau tidak ikut tahapan, tidak mungkin mendapatkan penilaian,” tegasnya.
John Tabo menambahkan bahwa meskipun proses seleksi terbuka Jabatan Sekretaris Daerah Papua Pegunungan sempat mengalami penantian yang cukup panjang, hari ini tahapan tersebut akhirnya resmi dimulai.
“Kami cukup lama menunggu proses ini, tetapi hari ini akhirnya kita bisa memulai seleksi,” ujarnya.
John Tabo mengungkapkan pemerintah provinsi sempat menghadapi kendala administrasi yang berdampak pada manajemen kepegawaian ASN.
“Ada proses yang sempat terkunci, bahkan kenaikan pangkat dan berkala ikut tertunda,” katanya.
Ia berharap kejadian tersebut tidak terulang dan meminta semua pihak memperbaiki tata kelola kepegawaian secara profesional.
“Saya minta ke depan hal-hal sederhana seperti ini jangan sampai terulang kembali,” ucapnya.
Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura Nur Hasan melaporkan assessment merupakan tahapan penilaian kompetensi dan potensi peserta.
Ia menjelaskan pembukaan awalnya direncanakan di kantor BKN namun dipindahkan ke hotel karena pertimbangan teknis.
“Setelah pembukaan, peserta langsung bergeser ke kantor kami untuk mengikuti penilaian kompetensi,” jelas Nur Hasan.
Ia menyebutkan Kantor Regional IX BKN Jayapura memiliki fasilitas assessment center yang memadai untuk pelaksanaan seleksi.
Namun pihaknya belum memiliki asesor tetap sehingga melibatkan asesor dari regional terdekat.
“Kami menghadirkan asesor dari Makassar dan Manado agar proses tetap berjalan efektif,” katanya. (Stefanus Tarsi)
