Uncategorized

Kilang Kasim Wujudkan Swasembada Energi dari Timur

0
×

Kilang Kasim Wujudkan Swasembada Energi dari Timur

Sebarkan artikel ini
Kilang Kasim terus memperkuat kemandirian energi nasional melalui keberhasilan lifting perdana produk Biosolar B50 dari wilayah Indonesia Timur.

Sorong, KV – Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menjadi momentum memperkuat kemandirian serta kedaulatan energi nasional dari wilayah timur. PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Kasim menghadirkan kado istimewa melalui keberhasilan lifting perdana produk Biosolar B50 tahun ini sebagai langkah nyata.

Langkah tersebut sekaligus menjalankan mandatory pemerintah dan mewujudkan mimpi swasembada energi nasional demi mendukung Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Kilang Kasim merealisasikan Biosolar B50 sejalan dengan arah kebijakan energi nasional serta Pesan Kemerdekaan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri.

Dalam amanat peringatan Kemerdekaan RI ke-81, Simon menegaskan komitmen perusahaan mempercepat pengembangan portofolio energi hijau berkelanjutan untuk kebutuhan Indonesia masa depan.

“Pertamina terus melanjutkan program biodiesel menuju B50, mengembangkan rantai pasok bioetanol berbasis tebu, jagung, ketela, dan sorgum secara berkelanjutan. Langkah tersebut mendukung pencapaian target pencampuran E10 hingga E20 nasional, sekaligus memanfaatkan minyak jelantah dan minyak nabati sebagai sumber energi alternatif,” kata Simon.

Pertamina juga mengembangkan Sustainable Aviation Fuel dan produk rendah karbon lainnya untuk memperkuat portofolio energi nasional secara berkelanjutan.

“Melalui strategi ini, Pertamina tidak hanya sedang membangun portofolio energi. Kita sedang membangun sumber-sumber baru untuk kemerdekaan Indonesia. Kita sedang membangun sumber-sumber baru yang akan terus memberi energi bagi kemerdekaan Indonesia di masa depan,” tegasnya.

Sebagai satu-satunya kilang pengolahan minyak di Indonesia Timur, Kilang Kasim terus membuktikan kemampuan mengadopsi teknologi dan standar operasional energi terbarukan.

Produk Biosolar B50 mencampurkan 50 persen Fatty Acid Methyl Ester berbasis minyak sawit dengan 50 persen minyak solar sebagai bahan bakar.

Produk tersebut membuktikan kesiapan Kilang Kasim mengoptimalkan potensi minyak nabati domestik sekaligus menurunkan jejak emisi karbon secara berkelanjutan.

“Kilang Kasim juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil murni melalui pemanfaatan sumber energi nabati domestik. Kado Kilang Kasim sekaligus menegaskan keterbatasan geografis kawasan timur tidak menghalangi lahirnya inovasi bahan bakar berkualitas tinggi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Inovasi tersebut menyasar kebutuhan masyarakat Papua, Maluku, dan wilayah sekitarnya melalui penguatan ketersediaan energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Momentum HUT RI ke-81 mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa perjuangan mengisi kemerdekaan merupakan estafet yang terus berjalan sepanjang masa.

Dari pulau kecil kawasan Seget, Kilang Kasim membuktikan mimpi besar swasembada energi nasional dapat diwujudkan secara merata seluruh Nusantara. Semangat tersebut menunjukkan upaya membangun kedaulatan energi tidak hanya berlangsung wilayah barat, tetapi juga bergerak kuat dari Indonesia Timur.

“Dengan semangat kemerdekaan, PT Pertamina Patra Niaga RU Kasim berkomitmen menjaga operasional kilang agar aman, andal, dan ramah lingkungan. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan energi bagi masa depan Indonesia yang mandiri, berdaulat, adil, dan makmur bersama,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *