Jakarta, KV- Anggota DPR RI asal Papua Pegunungan Arif Uopdana mengatakan harga bahan bakar pesawat avtur di Papua yang terlalu tinggi berdampak pada penerbangan perintis.
Arif menyampaikan ini seusai bersama Komisi XII DPR RI, BPH Migas, dan Pertamina melaksanakan kunjungan kerja ke Bali untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2025 sepekan yang lalu.
Arif yang juga Anggota Komisi XII DPR RI menilai permasalahan harga Avtur di Papua yang dinilai terlalu tinggi dan membebani penerbangan perintis di wilayah tersebut.
Ia prihatin kondisi harga Avtur di Papua yang berdampak pada tingginya biaya penerbangan. Harga Avtur yang tinggi inilah yang membuat biaya carter dan tiket pesawat perintis sangat mahal.
“Hal ini tentu menjadi kendala besar bagi masyarakat di Papua, terutama di wilayah pegunungan, yang masih mengandalkan pesawat sebagai satu-satunya moda transportasi,” ujarnya sesuai kunker di Denpasar,Bali, Rabu pekan lalu (12/03/2025).
Ia menambahkan bahwa harga Avtur yang terus meningkat berpotensi memperburuk aksesibilitas masyarakat di daerah terpencil.
“Masyarakat di Papua Pegunungan tidak punya alternatif transportasi lain selain pesawat. Jika harga Avtur terus naik tanpa ada skema yang jelas untuk mengendalikannya, maka biaya perjalanan akan semakin tidak terjangkau bagi mereka,” tegasnya.
Arif meminta pemerintah bersama Pertamina untuk mencari solusi agar harga Avtur dapat lebih terkendali.
“Kami berharap pemerintah bersama Pertamina dapat mencarikan skema terbaik agar harga Avtur tidak terus mengalami kenaikan. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga soal keadilan akses transportasi bagi saudara-saudara kita di Papua,” tutupnya.
(Rilis DPR RI)