Papua Pegunungan

Natal IKB Jayawijaya 2025, Gubernur Apresiasi Peran Keluarga Batak di Papua Pegunungan

367
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo dan Ibu Anggieta Bestari Tabo menghadiri perayaan Natal 2025 Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya (IKB-J) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (27/12/2025).

Jayawijaya, KV— Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya (IKB-J) menggelar Perayaan Natal 2025 yang berjalan dengan meriah dan penuh suasana kekeluargaan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan  Sabtu (27/12/2025).

Perayaan Natal mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema yang diambil dari Matius 1:21–24, serta ajakan menghadirkan kasih Kristus sebagai kekuatan pemulihan dalam kehidupan keluarga, khususnya bagi warga IKB Jayawijaya.

Perayaan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri Gubernur Papua Pegunungan John Tabo dan istri Ny Anggieta Bestari Tabo, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya.

Momen Gubernur Papua Pegunungan John Tabo dan Ibu Anggieta Bestari Tabo menghadiri
perayaan Natal 2025 Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya (IKB-J) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (27/12/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Papua Pegunungan John Tabo menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan peran masyarakat Batak dalam pembangunan sumber daya manusia di wilayah Papua Pegunungan, khususnya di Jayawijaya.

Menurutnya, kehadiran para guru, tenaga kesehatan, dan aparatur dari keluarga Batak sejak masa awal telah memberi dampak besar bagi kemajuan masyarakat pegunungan.

Suasana ketika Gubernur Papua Pegunungan John Tabo dalam
perayaan Natal 2025 Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya (IKB-J) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (27/12/2025).

Gubernur John Tabo juga mengenang kontribusi para penginjil dan pendidik yang datang lebih dahulu ke Tanah Batak dan Papua, yang menurutnya membawa doa dan berkat bagi tanah serta manusianya.

Ia menilai hal tersebut menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi pemimpin dan aparatur yang kini melayani di berbagai bidang, termasuk di pemerintahan.

“Orang-orang Batak telah menjadi bagian dari perjalanan kami di Papua Pegunungan, mendidik, membimbing, dan memberi teladan. Kekompakan, nilai kekeluargaan, serta etos pelayanan yang ditunjukkan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat pegunungan,” ujar John Tabo.

Suasana kekeluargaan saat Gubernur Papua Pegunungan John Tabo dan Ibu Anggieta Bestari Tabo menghadiri
perayaan Natal 2025 Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya (IKB-J) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (27/12/2025).

Ia menegaskan bahwa seluruh warga yang lahir dan tinggal di Papua Pegunungan, tanpa membedakan latar belakang suku, memiliki hak yang sama. Nilai kebersamaan dan persaudaraan, menurutnya, sejalan dengan makna Natal bahwa Yesus Kristus hadir untuk mengasihi seluruh umat manusia.

Menutup sambutannya, Gubernur John Tabo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandengan tangan dalam pelayanan dan pengabdian, baik sebagai tokoh agama, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, aparatur pemerintah, TNI, maupun Polri, demi kemajuan Papua Pegunungan.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya, Gotlif Sihombing, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan sehingga perayaan Natal 2025 dapat dilaksanakan dengan baik.

Ketua Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya, Gotlif Sihombing memberikan sambutan perayaan Natal 2025 Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya (IKB-J) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (27/12/2025).

Ia mengajak seluruh anggota IKB Jayawijaya untuk menjadikan Natal sebagai momentum memperkuat iman, kebersamaan, serta komitmen dalam mendukung pembangunan daerah.

Gotlif juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Papua Pegunungan yang tetap meluangkan waktu untuk bersama keluarga besar IKB Jayawijaya di tengah agenda pemerintahan yang padat. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi bentuk perhatian dan teladan kepemimpinan yang mengutamakan kebersamaan.

Ia berharap keluarga besar Batak di Jayawijaya terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan, menjaga sikap, integritas, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai kasih, kedisiplinan, dan pelayanan, menurutnya, harus terus dijaga agar dapat diwariskan kepada generasi muda.

Penasehat Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya, B. Panggabean saat
memberikan sambutan perayaan Natal 2025 Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya (IKB-J) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (27/12/2025).

Sementara itu, Penasehat Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya, B. Panggabean, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena keluarga besar Batak se-Komunitas Papua dapat kembali merayakan Natal bersama di Jayawijaya. Ia mengapresiasi kehadiran Gubernur Papua Pegunungan John Tabo yang memenuhi undangan panitia, meskipun kesibukan pemerintahan cukup padat.

B. Panggabean menegaskan bahwa perayaan Natal merupakan momentum untuk kembali mengingat makna kelahiran Yesus Kristus sebagai Juru Selamat umat manusia.

“Natal bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat untuk memperkuat persaudaraan, iman, dan komitmen hidup bersama dalam damai,” tambahnya.

Perayaan Natal IKB Jayawijaya 2025 ditutup dengan doa bersama dan ucapan Selamat Natal serta Selamat Menyongsong Tahun Baru 2026, dengan harapan semangat kekeluargaan dan persaudaraan tetap terjaga di tengah keberagaman masyarakat Papua Pegunungan. (Stefanus Tarsi)

Exit mobile version