Pasang Iklan Disini
Pasang Iklan Disini
Papua Barat Daya

Pertamina RU VII Kasim Eliminasi Botol Plastik Sekali Pakai, Dorong Operasional Ramah Lingkungan

5
×

Pertamina RU VII Kasim Eliminasi Botol Plastik Sekali Pakai, Dorong Operasional Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Pekerja Kilang Kasim menggunakan tumbler saat beraktivitas sebagai bagian implementasi program Zero Bottle Plastic di lingkungan kerja.

Sorong, KV—PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit VII Kasim memperkuat komitmen lingkungan melalui program Zero Bottle Plastic di kilang nasional.

Program ini menjadi langkah konkret perusahaan mengurangi plastik sekali pakai sekaligus mendorong praktik operasional lebih berkelanjutan dan efisien setiap hari.

Inisiatif tersebut sejalan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 dan Permen LHK Nomor P.75 Tahun 2019 terkait pengurangan sampah.

Area Manager Communication, Relations, CSR, dan Compliance RU VII Kasim, Williamson Amamehi, menegaskan program ini mendorong perubahan budaya kerja perusahaan.

“Melalui program Zero Bottle Plastic, Kilang Kasim tidak hanya berfokus pada kepatuhan regulasi, tetapi juga membangun green culture,” ujarnya.

Ia menjelaskan perusahaan menyediakan tumbler ramah lingkungan bagi pekerja dan mitra kerja sehingga penggunaan botol plastik berhasil ditekan hingga 70 persen.

Langkah ini mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan konsumsi bertanggung jawab dan ekosistem laut, sekaligus memperkuat implementasi prinsip ESG sektor energi.

“Sebagai bagian industri energi, Kilang Kasim terus bertransformasi menuju operasional lebih hijau, efisien, dan berintegritas melalui langkah nyata,” katanya.

Salah satu pekerja Kilang Kasim menggunakan tumbler saat beraktivitas sebagai bagian implementasi program Zero Bottle Plastic di lingkungan kerja.

Officer I Environmental RU VII Kasim, Hendra Kurniawan, menambahkan keberlanjutan program didukung pengawasan konsisten serta penyediaan fasilitas air minum memadai.

Ia menyebut seluruh kegiatan di area kilang kini tidak lagi menggunakan air minum kemasan sekali pakai dalam operasional harian.

Sebagai pengganti, perusahaan menambah fasilitas water dispenser di berbagai titik strategis guna memenuhi kebutuhan pekerja dan mitra kerja.

Hendra menegaskan keberhasilan program diukur melalui pemantauan berkala terhadap penurunan limbah plastik serta penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

“Program ini bagian komitmen bisnis berkelanjutan sejalan Undang-Undang Lingkungan Hidup dan Paris Agreement serta akan terus diperluas,” ujarnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *