Mimika, KV- Personel gabungan TNI-Polri dari Polres Mimika mengamankan aksi saling serang antar dua kelompok warga di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, serta proses pembakaran jenazah almarhum JM sesuai adat Papua Pegunungan, Selasa (6/1/2026).
Pengamanan dipimpin Danyon Brimob Yon B Mimika Kompol Umbu Sairo, Kabag Ops Polres Mimika AKP Hendri A. Korwa, serta personel gabungan Polres Mimika, Brimob, dan TNI.
Hadir pula Sekda Kabupaten Puncak Neno Tabuni, Anggota MRP Papua Tengah Pendeta Giman Magai, Kepala Distrik Kwamki Narama Edwin Hamadi, tokoh adat, dan gereja untuk memfasilitasi dialog antar kelompok Niwigalen dan Dang.
Proses penentuan lokasi kremasi memicu pro-kontra; kubu Dang menolak di wilayah mereka karena alasan adat, sementara penolakan tokoh lain atas lokasi sementara di Kantor Distrik memanaskan situasi.
Penolakan berujung serangan ke rombongan Sekda yang dikawal aparat; personel gabungan membubarkan massa dengan tindakan tegas dan terukur hingga terkendali.
Setelah dialog lanjutan, disepakati pembakaran di jalan aspal batas wilayah kedua kelompok; aparat mensterilkan lokasi dan mengawal pemindahan jenazah dari halaman Kantor Distrik.
Pembakaran dimulai pukul 14.05 WIT dengan doa Pendeta Lukas Hagabal dalam bahasa Suku Damal; Sekda Neno Tabuni imbaukan perdamaian untuk cegah korban jiwa lebih lanjut.
Meski ada provokasi anak panah dari kubu Niwigalen pukul 14.54 WIT, aparat respons tegas; hingga pukul 15.00 WIT situasi aman terkendali di tengah hujan yang meredam potensi bentrokan. (Redaksi)












