Pemilihan jarak 5,4 kilometer ini bukan tanpa alasan, melainkan disesuaikan secara simbolis dengan usia Klasis GKI Sorong yang kini menginjak 54 tahun.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu yang melepas para pelari, mengapresiasi Badan Pekerja Klasis dan panitia yang telah menyediakan satu momen penting bagi masyarakat untuk mengikuti Lomba Lari.
Lomba lari jarak pendek, tidak hanya diikuti oleh warga jemaat GKI saja, melainkan seluruh masyarakat Kota Sorong secara luas. Selain untuk membiasakan hidup sehat, ajang ini juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antar warga.
“Para peserta menempuh rute melintasi sejumlah ruas jalan protokol Kota Sorong, sebelum akhirnya kembali menembus garis Finish yang berlokasi tepat di halaman Kantor Klasis GKI Sorong”, kata Frenkie Laku.
Melalui kegiatan olahraga ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kesehatan masyarakat Sorong terus terjaga selaras dengan peringatan syukur HUT Klasis GKI Sorong yang ke-54 tahun. (Redaksi)











