OPINI

Silakan Memasuki Tahun Baru 2026 dengan Iman yang Dibaharui, Jangan Abu-abu dan Suam-suam Kuku!

249
Ilustrasi renungan.

Silakan Memasuki Tahun Baru 2026
“Dengan Imanmu yang Dibaharui”
Jangan Abu-abu dan Suam-suam Kuku!
(Tutup Tahun 2025 – Rabu, 31 Desember 2025)

Bapak, ibu, saudara-saudari, dan anak-anak sekalian. Hari ini kita berada pada hari ketujuh dalam Oktaf Natal sekaligus hari terakhir di tahun 2025, yaitu hari Rabu, hari ke-365.

Sebelum kita bergegas memasuki tahun yang baru, yang sudah berada di depan mata, dalam perayaan Ekaristi Kudus ini kita datang kepada Tuhan Allah untuk mengucap syukur kepada-Nya, sebab rahmat-Nya senantiasa menyertai kita masing-masing maupun bersama-sama dalam menapaki hari-hari sepanjang tahun 2025.

Misa Kudus ini juga menjadi kesempatan bagi kita untuk mengevaluasi dan mengkritisi perjalanan hidup yang telah kita lalui. Kita menyesali serta bertobat atas kesalahan dan dosa yang terjadi di sepanjang tahun 2025.

Selanjutnya, kita bersama-sama membangun kembali komitmen iman yang baru, agar kita memasuki dan menapaki Tahun Baru 2026 dengan iman yang dibaharui.

Janganlah kita membawa serta semangat iman lama yang tidak bermanfaat dan justru merusakkan.

Sabda Tuhan, baik dalam bacaan pertama (1 Yoh. 2:18–21) maupun Injil (Yoh. 1:1–18), melukiskan sikap iman yang tidak terpuji di kalangan sendiri. Sikap iman seperti ini harus segera dibaharui dan diperbaiki.

Banyak orang antikristus tampil, padahal mereka berasal dari kalangan dalam sendiri. Injil mencatat bahwa Yesus datang ke dunia, tetapi dunia tidak mengenal-Nya; bahkan orang-orang kepunyaan-Nya sendiri tidak menerima Dia.

Ini menjadi bukti bahwa sikap iman yang tidak terpuji itu memang ada dan justru muncul dari kalangan yang dekat, dari para pengikut-Nya sendiri, bukan dari pihak luar yang jauh.

Mereka adalah pengikut Kristus, tetapi bertindak melawan Kristus, yakni antikristus. Mereka adalah milik Kristus, namun menolak Kristus.

Inilah sikap iman yang tidak terpuji, sikap iman yang kabur dan tidak jelas—iman “abu-abu” atau “suam-suam kuku”.

Apakah sikap iman seperti ini berbeda dengan sikap iman kita sendiri sepanjang tahun 2025? Dengan jujur dan terus terang, kita harus mengakui bahwa tidak banyak berbeda.

Pastor Charles Loyak Deket OSC.

Banyak dari kita masih memiliki sikap iman yang abu-abu dan suam-suam kuku: tidak panas, tetapi juga tidak dingin; tidak hitam, tetapi juga tidak putih. Sikap iman seperti ini ternyata sangat tidak disukai oleh Tuhan.

Firman Tuhan berkata, “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku” (Why. 3:15–16).

Sikap iman yang abu-abu dan tidak jelas itu sangat menjijikkan di hadapan Tuhan. Bahkan kepada orang-orang seperti ini, Tuhan memberikan peringatan yang sangat keras.

Bapak, ibu, saudara-saudari sekalian, Tuhan Allah kita adalah Maharahim, tanpa batas kasih sayang-Nya kepada kita.

Ia telah menyiapkan Tahun Baru 2026 bagi kita semua untuk kita masuki dan jalani hari demi hari. Namun, hendaknya kita menapakinya dengan iman yang telah dibaharui melalui Misa Kudus ini, agar sikap iman lama yang “abu-abu dan suam-suam kuku” kita tinggalkan dan biarkan pergi bersama berakhirnya tahun 2025.

Silakan memasuki Tahun Baru 2026
dengan imanmu yang dibaharui.
Tuhan memberkati kita semua. Amin.

(Pastor Charles Loyak Deket OSC).

Exit mobile version