Papua Pegunungan

Tokoh Adat Minta Maaf ke Gubernur John Tabo atas Pernyataan Pemalangan Tanah Kantor Gubernur Papua Pegunungan

47
Tokoh adat dan pemuda menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Papua Pegunungan terkait pernyataan pemalangan yang beredar di masyarakat.

Jayawijaya, KV— Tokoh adat dan pemuda menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, terkait pernyataan pemalangan yang beredar luas.

Permohonan maaf disampaikan melalui Nataniel Kalolik bersama kepala kampung dan perwakilan tokoh adat dari Distrik Pelebaga dan Hubikosi.

Mereka mengakui sebelumnya sempat mengeluarkan pernyataan yang kemudian beredar di grup WhatsApp dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Tokoh adat menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf agar situasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih luas.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Gubernur atas pernyataan yang beredar dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” ujar perwakilan tokoh adat.

Mereka menegaskan tidak ada niat memperkeruh suasana, melainkan ingin menyampaikan aspirasi terkait hak ulayat secara baik.

Tokoh adat berharap permohonan maaf tersebut dapat diterima dan menjadi awal komunikasi yang lebih baik dengan pemerintah provinsi.

Mereka juga menyatakan komitmen untuk mendukung pembangunan Papua Pegunungan dengan tetap mengedepankan dialog dan musyawarah bersama pemerintah.

Selain itu, tokoh adat meminta agar komunikasi langsung dengan Gubernur dapat dilakukan untuk membahas aspirasi masyarakat adat.

Mereka berharap ke depan tidak terjadi lagi kesalahpahaman akibat informasi yang beredar tanpa klarifikasi dari pihak terkait.

Permohonan maaf tersebut sekaligus menjadi langkah meredam polemik terkait isu pemalangan pembangunan Kantor Gubernur di Gunung Susu.

Tokoh adat menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama proses pembangunan pusat pemerintahan berlangsung. (Redaksi)

Exit mobile version