Jayawijaya, KV—Pertamina memastikan pasokan BBM dan minyak tanah di Wamena masih normal meski isu kenaikan harga beredar luas.
Perwakilan Sales Branch Manager Pertamina wilayah Papua Pegunungan, Andre Hauzan, menyampaikan hal itu di Wamena, Selasa, 7/4/2026 kepada wartawan setempat.
Ia menegaskan tidak ada pengurangan kuota maupun kenaikan harga BBM bersubsidi dan minyak tanah di wilayah Jayawijaya hingga saat ini.
Andre menjelaskan isu kenaikan harga membuat sebagian masyarakat membeli BBM dan minyak tanah dari pengecer di luar jalur resmi.
“Kami harapkan masyarakat membeli di pangkalan dan SPBU resmi agar harga sesuai HET serta kualitas produk tetap terjamin,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak tanah di pangkalan resmi di Jayawijaya adalah sebesar Rp4.000 per liter, atau setara dengan Rp20.000 untuk jeriken ukuran 5 liter. Sementara itu, untuk bahan bakar bensin dan solar khusus di wilayah Papua, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah, rincian harganya adalah sebagai berikut:
-
Pertalite: Rp10.000
-
Pertamax: Rp12.600
-
Pertamax Turbo: Rp13.350
-
Biosolar: Rp6.800
-
Dexlite: Rp14.500
Pertamina meminta masyarakat melaporkan jika menemukan harga di atas ketentuan melalui Call Center 135 untuk ditindaklanjuti bersama pihak terkait.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memastikan harga BBM di Wamena masih stabil meski kenaikan avtur memengaruhi sejumlah komoditas.
Kepala Bidang Ekspor Impor Dinas Perindag Jayawijaya, Sami Rumbino, mengatakan pengawasan distribusi terus dilakukan meski ada keterbatasan di lapangan.
“Sejauh ini belum ada laporan kenaikan harga BBM khusus dijalur resmi, masih stabil sesuai harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah,” ujar Sami.
Ia menambahkan pangkalan minyak tanah tersebar di beberapa distrik sehingga membutuhkan koordinasi intensif agar distribusi tetap terkendali.
Pemerintah daerah dan Pertamina terus memperkuat pengawasan guna menjaga stabilitas harga serta memastikan distribusi tetap aman dan lancar. (Stefanus Tarsi)
