Jayawijaya, koranvox.com – Bupati Jayawijaya Atenius Murip meminta masyarakat tidak terprovokasi setelah insiden penembakan mewarnai Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34.
Penembakan terjadi saat penyelenggaraan FBLB di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (8/8/2026).
Insiden tersebut menyebabkan dua warga sipil menjadi korban. Keduanya langsung mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Atenius menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut dan meminta masyarakat menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Saya, Atenius Murip, Bupati Jayawijaya, dengan rasa prihatin yang mendalam menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa pada tanggal 8 Agustus 2026, pada saat penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 di Distrik Walesi, telah terjadi insiden penembakan,” kata Atenius.
Menurut dia, insiden tersebut menyebabkan dua warga menjadi korban. Pemerintah daerah bersama pihak kepolisian dan pihak terkait langsung menangani kejadian tersebut.
“Kedua korban langsung mendapatkan penanganan secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jayawijaya,” ujarnya.
Atenius mengimbau seluruh masyarakat Jayawijaya tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Jayawijaya untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing selama proses penanganan insiden berlangsung.
Atenius menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh wisatawan mancanegara dan domestik atas ketidaknyamanan akibat insiden tersebut.
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh wisatawan mancanegara, domestik, dan seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan selama kegiatan festival berlangsung,” ujarnya.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama pihak kepolisian dan pihak terkait akan melakukan perbaikan serta evaluasi menyeluruh atas kejadian tersebut.
Atenius berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Jayawijaya.
“Mari kita jaga persatuan dan kedamaian di Kabupaten Jayawijaya. Wamena adalah rumah kita bersama,” katanya.
Atenius juga mengajak masyarakat menjaga citra Jayawijaya sebagai daerah yang aman dan ramah bagi wisatawan.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif.
“Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua,” tutup Atenius. (Stefanus Tarsi)











