Papua Pegunungan

Gubernur John Tabo Lakukan Pertemuan dengan Kemenhut RI, Ini Point Pembahasannya

3
Gubernur John Tabo saat melaksanakan pertemuan bersama Kementerian Kehutan, Rabu (4/3/2026)

Jayawijaya, KV – Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo melakukan pertemuan dengan Kementerian Kehutanan RI di ruang kerjanya, Gedung Otonom Lantai III,Wamena, pada Rabu (4/3/2026).

Pertemuan ini menjadi langka strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dengan Kementerian Kehutan, teruatama dalam upaya dukungan daerah terhadap pencapaian target Nationally Determined Contributions (NDC) Indonesia, khususnya melalui program unggulan Indonesia FOLU Net Sink 2030.

Ada beberapa isu strategis yang dibicarakan, terutama soal upaya penurunan emisi gas rumah kaca. Hal ini akan dilakukan dengan memperkuat pengendalian kebakaran hutan serta menggencarkan rehabilitasi dan penanaman hutan baru guna menjaga kelestarian lingkungan

Melalui pertemuan ini, Gubernur Papua Pegunungan John Tabo mengapresiasi atas kehadiran tim Kementerian Kehutanan dan menegaskan pentingnya tindak lanjut konkret dari pertemuan tersebut melalui pelaksanaan workshop yang telah disepakati bersama.

“Kita perlu menindaklanjuti pertemuan ini lewat workshop. Ini sangat penting karena alam Papua Pegunungan didominasi hutan yang harus kita jaga kelestariannya,” ujar

Menurutnya sinergi dan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat dan derah akan menjadi kunci utama untuk mensukseskan berbagai program pembangunan, termasuk juga dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan hitan dan upaya pelestarian lingkungan.

“Saya berharap kita sama-sama menjaga dan melestarikan hutan, sebab masifnya pembangunan di Papua Pegunungan membawa konsekuensi bagi kelestarian alam,”harapnya.

Ia mencatat adanya penyusutan terhadap luasan hutan akibat pengambilan kayu yang digunakan untuk mendukung proyek-proyek pembangunan.

“Untuk itu, kita harus mendorong agar kedepannya, pola pembangunan tidak boleh lagi bergantung pada kayu agar tidak merusak ekosistem hutan kita,”ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ribuan pohon di hutan dengan usianya ribuan tahun sudah banyak ditebang, kondisi ini jika tidak segera atasi maka semakin lama hutan kita akan habis.

“Sekarang ada rencana pembangunan 2.200 rumah, ini mau bangun dengan apa? Kita harus pikirkan solusi. Saya mendorong agar pembangunan ke depan lebih banyak menggunakan baja ringan sebagai alternatif, supaya hutan lindung tetap terjaga,” tuturnya.

Dewan Penasehat Ahli Tim Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 dari Kementerian Kehutanan menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Menteri Kehutanan untuk melakukan sosialisasi dan workshop di Provinsi Papua Pegunungan.

“Kami hadir menyampaikan surat dari Bapak Menteri dalam rangka melaksanakan sosialisasi dan workshop Indonesia FOLU Net Sink 2030. Dalam pertemuan hari ini telah disepakati bahwa kegiatan nantinya akan dilaksanakan di Wamena pada 21 dan 22 April 2026,” katanya.

Program FOLU Net Sink 2030 kata dia  bagian dari komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca melalui aksi mitigasi di sektor kehutanan dan penggunaan lahan mulai dari aksi penurunan emisi melalui pencegahan deforestasi dan kebakaran hutan, aksi mempertahankan hutan yang masih ada melalui pengamanan dan patrol, dan aksi peningkatan cadangan karbon melalui rehabilitasi, reforestasi, dan penanaman hutan baru.

“Tujuan akhir dari program ini adalah memastikan hutan yang masih terjaga tetap lestari sekaligus menambah kawasan hutan baru melalui kegiatan rehabilitasi berkelanjutan,”ujarnya.

Dalam pertemuan ini, Gubernur Papua Pegunungan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.

Sehingga dalam pelaksanaannya nanti,diharapkan  seluruh bupati di wilayah Papua Pegunungan akan diundang untuk memberikan kontribusi nyata dalam mendukung aksi mitigasi perubahan iklim di daerah.(Stefanus Tarsi)

Exit mobile version