OPINI

Jangan Tukar Yesus Tuhanmu, Apa Pun Alasannya!

169

(Renungan Hari Minggu Palma – 29 Maret 2026)

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.

banner 300x600

“Hari ini, Gereja merayakan Minggu Palma, mengenang peristiwa mulia saat Kristus Tuhan memasuki kota Yerusalem demi menggenapi misteri Paskah-Nya.

Dalam perayaan ini, kita diajak merenungkan sebuah tema yang sangat menantang: ‘Jangan Tukar Yesus Tuhanmu, Apa pun Alasannya!’.”

Massa di seluruh kota Yerusalem heboh dan gempar. Dengan daun-daun palma di tangan mereka mengiringi Yesus sebagai Raja Israel memasuki kota Yerusalem, sambil bersorak-ria: “Hosana Putra Daud! Terpujilah yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel! Hosana sembah sujud!” (bdk. Mat 21:1-11).

Membayangkan kegemparan massa saat itu, kita bisa merasakan betapa besarnya keyakinan mereka kepada Yesus sebagai sosok andalan dan Raja mereka. Tampaknya, iman mereka begitu kokoh dan tak tergoyahkan.

“Namun, hanya selang beberapa hari, segalanya berubah. Yesus, Sang Raja Israel, dengan begitu mudah disangkal di hadapan Pilatus.

Ketika Gubernur itu bertanya kepada massa: Siapa di antara kedua orang ini yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu: Barabas atau Yesus? Secara serempak mereka berteriak: ‘Barabas!’.

Sungguh ironis, Yesus yang baru saja dielu-elukan sebagai Raja, kini dengan gampang ditukar dengan seorang penjahat.”

Kita bisa membayangkan, seperti apakah “pendirian iman” mereka kepada Yesus waktu itu?

Sangatlah rapuh dan tidak berakar dalam. Maka kepada Yesus, yang kemarin mereka puja-puji sebagai Raja, hari ini mereka benar-benar berbalik dari pada-Nya.

Juga salah seorang rasul, yang makan sehidangan dengan Yesus, yakni Yudas Iskariot. Ia tega ikut “menukar” Yesus, Sang Guru, dengan duit 30 keping perak (Mat 27:3). Uang telah menyilaukan iman dan mata hati Yudas Iskariot.

Sangat disayangkan. Penghinaan dan kesengsaraan yang diderita Yesus, malahan sampai mati di salib demi keselamatan umat manusia, dengan mudah diremehkan manusia.

Manusia yang pasti “setengah-setengah” beriman kepada-Nya. Iman mereka dangkal dan tidak berakar dalam, menyebabkan Yesus Tuhan bisa digadai dan ditukar sekehendak hatinya.

Pada jaman kita sekarang ini banyak orang masih menukar Yesus. Sejumlah pengikut Kristus yang nota bene sebagai aktor/aktris di tanah air, dengan sadar “menukar” Yesus.

Mereka pindah agama dengan iming-iming kemudahan dan kelancaran karyanya di tanah air ini. Artinya ujung-ujungnya duit juga, mirip sekali dengan Yudas Iskariot.

Malahan di depan mata kita, banyak pengikut Kristus, khususnya orang muda, telah menukar Yesus, Tuhan-nya. Mereka ganti agamanya saat kawin-mawin, mengikuti agama suaminya atau agama isterinya yang bukan Katolik.

Bagaimana dengan iman kita sendiri kepada Yesus saat ini? Jikalau tidak cukup kokoh dan berakar dalam, bisa saja kita juga akan ikut-ikutan tukar Yesus, pada suatu saat.

Sebaliknya, jika iman kita kokoh kuat, kita bisa tetap berpegang teguh pada pendirian ini: “Jangan Tukar Yesus, Tuhan-mu, Apa pun Alasannya!” Semoga dari atas salib-Nya, Tuhan Yesus mengampuni dosa-dosa kita. Aminnn.

Tuhan Memberkati

(Pastor Charles Loyak Deket OSC)

Exit mobile version