HUKUM & KRIMINAL

KKB Tembak Pesawat Smart Air di Lapter Korowai Boven Digoel, Pilot dan Kopilot Tewas

15
Suasana di sekitar Bandara Korowai Batu (Danowage), Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026), setelah terjadi penembakan terhadap pesawat perintis Smart Air PK-SNR. Insiden tersebut menewaskan dua kru pesawat.

Boven Digoel, KV– Suasana tenang di Lapangan Terbang Korowai Batu (Danowage), Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, berubah mencekam ketika rentetan tembakan terdengar dari sekitar bandara, Rabu (11/2/2026) siang. Insiden itu menimpa pesawat perintis Smart Air dengan registrasi PK-SNR.

Berdasarkan informasi awal, pesawat yang terbang dari Bandara Tanah Merah telah mendarat dan terparkir di apron. Seluruh penumpang sudah turun dari pesawat. Diduga kelompok kriminal bersenjata melepaskan tembakan dari arah sekitar bandara.

Mendengar tembakan, para penumpang berusaha menyelamatkan diri ke arah hutan di sekitar lokasi. Dalam situasi tersebut, pilot dan co-pilot berupaya menyusul penumpang untuk mengamankan diri.

Namun Keduanya ditembak saat berada di area landasan (runway). Aparat memastikan dua korban meninggal dunia. Kondisi penumpang lainnya masih dalam pendataan.

Pilot bernama Enggo dan Kopilot Baskoro tewas dalam insiden itu, sedangkan kondisi 13 penumpang belum bisa dipastikan hingga kini.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, membenarkan pihaknya menerima informasi penembakan itu pada siang hari.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

“Kami mendapat informasi bahwa ada penembakan terhadap salah satu maskapai di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel. Kami juga menerima kabar adanya korban di sana,” ujar Faizal.

Ia mengatakan, Satgas Damai Cartenz masih melakukan konsolidasi kekuatan untuk merespons situasi di lapangan.

“Sore ini kami sudah menerbangkan pasukan ke Boven Digoel. Harapannya kami bisa menilai situasi di lokasi dan menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan evakuasi, berdasarkan penilaian kondisi yang ada,” katanya.

Pasukan yang diberangkatkan merupakan pergeseran personel dari luar Papua sebagai bagian dari penguatan pengamanan dan penyelidikan.

Terkait pelaku penembakan, Faizal menegaskan identitas maupun kelompok pelaku masih dalam proses penyelidikan.

“Untuk sementara yang bisa kami pastikan ada dua korban. Untuk yang lainnya masih kami dalami. Situasi terakhir, kami terus berupaya berkomunikasi dan memonitor kondisi masyarakat di sekitar lokasi,” tambahnya.

 

Exit mobile version