Jayawijaya, KV – PT Pertamina Patra Niaga menjamin ketersediaan stok dan kelancaran penyaluran minyak tanah (mitan) subsidi di wilayah Kabupaten Jayawijaya, khususnya Kota Wamena, tetap aman dan normal.
Pertamina meminta masyarakat tidak terpancing isu kenaikan harga. Jika ada pangkalan resmi yang menjual di atas HET Rp4.000 per liter, warga diharapkan segera melaporkannya.
Perwakilan Sales Branch Manager Pertamina wilayah Papua Pegunungan, Andre Hauzan, menegaskan bahwa berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pangkalan di Jayawijaya, stok minyak tanah dipastikan aman.
“Hasil kunjungan kami ke beberapa pangkalan, stok tersedia dan distribusi masuk secara normal. Harga yang ditetapkan pun masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, yakni Rp4.000 per liter,”ujar Andre kepada wartawan di Wamena usai melakukan pemantauan lapangan, Rabu (8/4/2026).”
Andre menjelaskan bahwa demi menjamin pemerataan, pembelian minyak tanah di tingkat pangkalan dibatasi maksimal 10 liter per Kepala Keluarga (KK). Berdasarkan uji petik (sampling) di tiga pangkalan dengan alokasi 2 hingga 12 drum, seluruh stok terpantau disalurkan langsung kepada masyarakat di area pemukiman.
“Terkait isu harga yang melambung hingga Rp30.000 atau Rp35.000 per jeriken kapasitas 5 liter itu di luar pangkalan resmi, kami menegaskan bahwa harga standar untuk 5 liter adalah Rp20.000,”tegasnya.
Andre meminta masyarakat untuk menghindari pembelian di tingkat pengecer yang bukan pangkalan resmi. Ia menegaskan, pangkalan yang terbukti menjual minyak tanah melebihi HET Rp4.000 per liter harus dilaporkan ke pihak Disperindagkop atau Pertamina untuk diberikan sanksi.
“Masyarakat dapat mengadukan temuan pangkalan nakal melalui kanal resmi Call Center Pertamina di nomor 135, atau menghubungi pihak Disperindagkop Kabupaten Jayawijaya,” tegasnya.
Pertamina berkomitmen bersama agen untuk terus mengawasi agar penyaluran tepat sasaran dan tepat harga.(Stefanus Tarsi)











