Bapak/Ibu, saudara dan saudari sekalian, sampailah kita pada Hari Minggu Adven Keempat. Lilin keempat di Lingkaran Adven telah menyala, yang disebut “Lilin Malaikat”.
Lilin terakhir ini mengingatkan kita akan peran seorang malaikat Tuhan yang tampak kepada Yosef dalam mimpi dan berkata, “Yosef, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Mat. 1:20–21).
Semoga cahaya Roh Kudus melalui “Lilin Malaikat” menuntun kita dalam pekan keempat Adven ini untuk membuka hati.
Dengan demikian, kita dapat memahami dan menerima “pertanda khusus” yang diberikan Allah sendiri kepada kita dalam peristiwa Natal, yakni seorang Anak, yang bernama Emanuel, yang berarti Allah menyertai kita.
Mengenai datangnya Emanuel ini, sejak dahulu kala Nabi Yesaya telah mewartakan, “Sesungguhnya, seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang putra, yang akan diberi nama Emanuel” (bdk. Yes. 7:14).
Seorang anak menjadi pertanda bagi kita bahwa bukan orang yang paling kuat yang akan membawa kedamaian dan kebahagiaan, melainkan perhatian kepada mereka yang kecil, yang memikul beban berat, yang lemah, dan yang terpinggirkan.
Tuhan terus bersabda kepada kita melalui tanda-tanda: di Betlehem, di Kalvari, dan dalam Ekaristi, bahwa justru di dalam kelemahan seorang bayi, dan dalam kelemahan Yesus yang tersalib, tersingkap kekuatan-Nya yang menyelamatkan.
Namun, karena kelemahan kita sendiri, sering kali kita diliputi rasa takut dan ragu. Sebagaimana malaikat meneguhkan Yosef dengan berkata, “Jangan takut mengambil Maria sebagai istrimu…”, demikian pula Tuhan meneguhkan kita yang kerap dikuasai ketakutan dan keraguan.
Melalui cahaya “Lilin Malaikat”, Tuhan menuntun dan menguatkan kita. Tuhan sungguh hadir di tengah kita. Dialah sumber damai dan kebahagiaan kita, yang menyingkirkan ketakutan dan keraguan.
Marilah kita berdoa, semoga cahaya Lilin Malaikat menuntun kita, menyingkirkan ketakutan dan keraguan, sehingga kita mampu membuka hati, memahami, dan menerima Sang Emanuel, anugerah yang luar biasa dari Allah Bapa kita. Amin.
Tuhan memberkati selalu.
(Pastor Charles Loyak Deket OSC)
