Jakarta, KV- Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada Kamis (29/1/2026) di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global.
Data Bloomberg mencatat rupiah di pasar spot turun 0,20 persen ke level Rp16.755 per dolar AS.
Berdasarkan JISDOR Bank Indonesia, rupiah melemah 0,37 persen ke posisi Rp16.786 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi akibat ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan internasional yang semakin meningkat.
Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin menilai sentimen global menjadi faktor utama tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Ia meminta pemerintah memperkuat koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor jasa keuangan secara terukur.
Puteri menekankan penguatan peran KSSK untuk merespons tekanan eksternal dan menjaga stabilitas nilai tukar.
Ia juga meminta pemerintah menjaga komunikasi kebijakan agar tetap konsisten dan kredibel di mata pelaku pasar.
Meski rupiah tertekan, Puteri menilai fundamental ekonomi nasional masih kuat dan sektor keuangan tetap terjaga.
Komisi XI DPR RI memastikan pengawasan kebijakan ekonomi berjalan untuk menjaga daya beli dan pertumbuhan nasional.
(Redaksi)












