JayawijayaPapua Pegunungan

Trigana Tutup Sementara Kargo Umum, Penerbangan Jayapura-Wamena Prioritaskan BBM dan Beras

0
×

Trigana Tutup Sementara Kargo Umum, Penerbangan Jayapura-Wamena Prioritaskan BBM dan Beras

Sebarkan artikel ini
Penumpang saat menaiki Pesawat Trigana Air yang melayani rute penerbangan Wamena–Jayapura di Bandara Wamena

Jayawijaya, KV- PT Trigana Air Service memprioritaskan pengangkutan BBM dan beras pada rute Jayapura-Wamena serta menutup kargo umum sementara, Sentani, Selasa (28/4/2026).

Kebijakan itu tertuang dalam surat Nomor 095/TAS-AM/PA/IV/2026 yang ditujukan kepada seluruh customer deposan perusahaan penerbangan tersebut resmi.

Manajemen menjelaskan pembatasan penerbangan kargo menjadi sepuluh kali sehari memicu penumpukan BBM yang belum terangkut menuju Wamena sebelumnya.

Trigana menetapkan prioritas penerbangan untuk BBM Pertamina, beras Bulog, dan kebutuhan pokok lain mulai 29 April hingga 6 Mei.

Manager Trigana Air Wamena Michael Biduri saat memberikan keterangan pers.

Manager Trigana Air Service Wamena Michael Biduri membenarkan kebijakan pembatasan layanan kargo umum tersebut saat dikonfirmasi media kemarin langsung.

“Iya betul. Kita sementara membatasi kargo karena prioritas BBM dan beras,” ujar Michael Biduri kepada wartawan melalui telepon.

Ia menjelaskan kenaikan harga avtur berdampak langsung terhadap biaya operasional perusahaan sehingga beban usaha semakin meningkat belakangan ini.

“Untuk BBM Pertamina dan beras kami sudah lakukan penyesuaian tarif, tetapi belum ada kepastian balasan harga,” katanya.

Michael menyebut kondisi tersebut menyebabkan kerugian sehingga perusahaan terpaksa mengurangi jumlah penerbangan kargo pada rute Jayapura-Wamena sementara.

“Kami sudah tandatangani kontrak setahun. Jika target tidak terpenuhi, kami bisa kena penalti,” ujarnya lagi tegas.

Karena itu perusahaan memilih memfokuskan pengangkutan BBM dan beras lebih dahulu sambil menunggu situasi operasional kembali normal.

“Tapi mudah-mudahan hari Senin ini sudah normal. Sementara tidak angkut barang lain dulu,” tutup Michael Biduri. (Stefanus Tarsi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *