OPINI

Yesus adalah Satu-satunya Pintu: Menuju Keselamatan dan Kehidupan Berkelimpahan

0
×

Yesus adalah Satu-satunya Pintu: Menuju Keselamatan dan Kehidupan Berkelimpahan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi renungan.

Yesus adalah Satu-satunya Pintu: Menuju Keselamatan dan Kehidupan Berkelimpahan

(Hari Minggu Paskah IV – Minggu Panggilan, 26 April 2026)

Bapa, ibu, saudara, dan saudari sekalian yang terkasih dalam Kristus. Pada Hari Minggu Paskah IV ini, kita bersama-sama merayakan Hari Minggu Panggilan. Tema yang akan kita renungkan bersama ialah: “Yesus adalah Satu-satunya Pintu: Menuju Keselamatan dan Kehidupan Berkelimpahan.”

Yesus menyatakan diri-Nya sebagai “Pintu”, sebuah gambaran yang sangat akrab bagi para pendengar-Nya, yakni pintu kandang domba. “Akulah pintu; siapa saja yang masuk melalui Aku, ia akan diselamatkan. Ia akan masuk dan keluar, serta akan menemukan padang rumput” (Yoh. 10:9).

Dalam tradisi dan konteks Palestina, kandang domba biasanya hanya memiliki satu pintu. Pada malam hari, gembala sendiri yang berbaring dan tidur di pintu tersebut.

Dengan demikian, gembala menjadi penjaga pintu yang hidup. Tidak ada domba yang dapat keluar, dan tidak ada serigala atau pencuri yang bisa masuk tanpa melalui dia. Pintu adalah tempat perlindungan.

Di dalam kandang, domba-domba aman dari bahaya. Pada pagi hari, gembala membuka pintu dan memimpin domba-domba ke padang rumput serta sumber air bagi kehidupan mereka.

Pernyataan Yesus bahwa diri-Nya adalah “Pintu” dan juga “Gembala yang baik” (bdk. Yoh. 10:1-21) mengungkap rahasia tentang akses kepada keselamatan dan kehidupan berkelimpahan. Keselamatan itu memiliki pintu masuk yang spesifik.

Pesan Yesus ini menegaskan bahwa keselamatan sejati datang melalui diri-Nya. Dengan tegas Yesus mengatakan bahwa Dia adalah satu-satunya jalan yang sah menuju keselamatan dan persekutuan dengan Allah. Tidak ada yang lain.

Yesus juga mengingatkan agar kita berhati-hati karena ada “jalan lain” yang palsu dan berbahaya. Sebelum menyatakan diri sebagai pintu, Yesus memperingatkan tentang “pencuri dan perampok” (Yoh. 10:1,8) yang mencoba masuk dengan memanjat pagar.

Ini merujuk pada para pemimpin agama yang palsu, ajaran sesat, dan semua jalan yang menjanjikan keselamatan tanpa melalui Yesus Kristus dan salib-Nya.

Hanya di dalam Yesus Kristus ditemukan keamanan dan kebebasan sejati. Masuk melalui pintu, yakni Kristus, bukan berarti masuk ke dalam penjara yang membatasi.

Sebaliknya, justru di dalam Dialah terdapat keamanan dari musuh dan kebebasan untuk hidup berkelimpahan: “masuk dan keluar, serta akan menemukan padang rumput” (ay. 9).

Gereja Katolik adalah kandang dengan satu pintu. Ini menjadi dasar bagi semangat Gereja yang terbuka, namun tetap teguh dalam iman.

Pastor Charles Loyak Deket OSC.

Semua orang diundang untuk masuk melalui pintu yang satu itu, yakni Yesus Kristus, yang membawa mereka ke dalam persekutuan dengan Gereja-Nya.

Setiap upaya untuk masuk dengan cara lain, entah melalui kekuatan sendiri atau jalan yang tidak berlandaskan Kristus, ibarat memanjat pagar.

Ungkapan “masuk dan keluar menemukan padang rumput” (ay. 9) adalah gambaran tentang kehidupan Kristiani yang sesungguhnya, yakni kehidupan yang berkelimpahan.

“Masuk” berarti beristirahat dalam hadirat Allah melalui doa dan sakramen. “Keluar” berarti diutus ke dunia sebagai murid dan saksi. “Padang rumput” adalah kelimpahan rahmat, damai sejahtera, dan buah-buah Roh yang ditemukan dalam kehidupan yang taat dan setia.

Bapa, ibu, saudara, dan saudari sekalian. Pada Hari Minggu Panggilan ini, banyak anak di gereja-gereja paroki dalam perayaan misa mengenakan busana religius seperti uskup, pastor, dan suster. Seolah-olah ujud dan intensi doa dalam Minggu Panggilan ini hanya untuk kaum religius saja.

Sesungguhnya tidak demikian. Kaum religius maupun awam sama-sama didoakan, sebab semua orang, tanpa kecuali, dipanggil Tuhan untuk “masuk dan keluar menemukan padang rumput” itu.

Amin.

Tuhan berkati kita semua.

(Pastor Charles Loyak Deket OSC).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

OPINI

(Hari Minggu Paskah II – Kerahiman Ilahi, 12 April 2026) Bapa, ibu, saudara dan saudari sekalian terkasih dalam Kristus. Kita baru saja merayakan Hari Raya Paskah, kebangkitan Tuhan Yesus Kristus,…

OPINI

Tuhan Yesus Bangkit, Kita Juga Harus Bangkit (Minggu, Hari Raya Paskah, 5 April 2026) Bapak, ibu, saudara, saudari, adik-adik, serta anak-anak sekalian, selamat Hari Raya Paskah bagi kita semua! Meskipun…