Sorong, KV- PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Kasim mendorong generasi muda Sorong menguasai teknologi energi untuk memperkuat ketahanan energi dan meningkatkan daya saing talenta lokal di kancah global.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi Kilang Kasim dalam gelaran Chefesto 2026 yang berlangsung di Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Kabupaten Sorong, Selasa (11/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kilang Kasim memberikan wawasan mengenai penggunaan dan distribusi energi di wilayah timur Indonesia, sekaligus menjelaskan peran strategis kilang minyak tersebut bagi masyarakat setempat.
Kilang Kasim menjadi satu-satunya kilang minyak di wilayah Indonesia Timur yang berperan strategis dalam menggerakkan roda ekonomi dan mendukung aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Area Manager Communication, Relations, CSR, & Compliance Refinery Unit Kasim PT Pertamina Patra Niaga Williamson Amamehi hadir sebagai pemateri dan berbagi pandangan mengenai ketahanan energi kepada peserta Chefesto 2026.
Williamson menekankan bahwa akses dan ketersediaan energi menjadi pilar utama dalam mendorong pemerataan pembangunan, terutama karena wilayah Indonesia Timur memiliki potensi besar yang membutuhkan dukungan energi andal.
“Energi adalah motor penggerak peradaban. Mengapa energi sangat penting bagi kemajuan Indonesia Timur? Karena tanpa energi yang andal, akselerasi pembangunan, pendidikan, hingga pertumbuhan ekonomi akan terhambat,” ujarnya.
Menurut Williamson, energi menjadi kunci untuk membuka potensi besar Kabupaten Sorong sehingga generasi muda perlu memahami peran strategis energi dalam pembangunan wilayah dan penguatan kedaulatan energi nasional.
Selain memaparkan peta jalur energi, Williamson memanfaatkan momentum tersebut untuk membangkitkan semangat generasi muda agar tidak cepat puas dan terus memperluas cakrawala pengetahuan serta keilmuan mereka.
Kuasai teknologi
Ia menilai tantangan industri energi pada masa depan membutuhkan talenta lokal berkualitas global yang mampu menguasai perkembangan teknologi sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan industri energi yang terus berubah.
“Kilang Kasim dan Indonesia secara luas membutuhkan banyak perwira baru yang tangguh, cerdas, dan mampu bersaing di kancah internasional. Kami ingin semangat itu lahir dari kampus ini.”
“Belajarlah lebih giat, kuasai teknologi, dan bersiaplah menjadi pemimpin masa depan yang mengawal kedaulatan energi nasional serta membangun Sorong menjadi salah satu penggerak energi Indonesia,” tuturnya.
Melalui Chefesto 2026, Pertamina Patra Niaga berharap dapat mempererat sinergi antara dunia industri dan akademisi, sekaligus memperluas pemahaman mahasiswa mengenai tantangan serta peluang sektor energi.
Edukasi tersebut diharapkan memicu lahirnya inovasi dan meningkatkan motivasi mahasiswa Kabupaten Sorong untuk berkontribusi terhadap kemajuan tanah Papua sekaligus pembangunan Indonesia.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk memahami hubungan antara penguasaan teknologi, ketahanan energi, pembangunan daerah, dan kebutuhan sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global. (Redaksi)











