Papua Pegunungan

Pengurus dan Pengawas Koperasi Periode 2026-2030 Papua Pegunungan Resmi Dilantik

148
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua Pegunungan, Elai Giban saat penyamaran Pin kepada Pengurus Koprasi yang baru dilantik. Kamis (5/3/2026)

Jayawijaya, KV – Kepengurusan dan Pengawas Koperasi Provinsi Papua Pegunungan (KP3) periode 2026-2030 resmi dilantik.

Mewakili Gubernur Papua Pegunungan, Asisten II Setda Elai Giban melantik Pengurus dan Pengawas Koperasi di Hotel Baliem Pilamo, Wamena (5/3/2026).

Dalam pelantikan tersebut,Simson Asso mengemban sebagai ketua Pengurus Koprasi didampingi Wakil Ketua, Ronal A.Giban, Sekertaris, Tarwi Kiwo, Wakil Sekertaris, Mesier Tabuni, Bendahara, Devi Yikwa dan Wakil Bendahara Ulenus Wenda

Selain jajaran pengurus harian, turut dilantik pula struktur Dewan Pengawas Koperasi yang diketuai oleh Elai Giban bersama delapan anggota lainnya, yaitu Alpius Yigibalom, Yakobus Wai, Yosep Ukano, Noak Tabo, Marthen Kogoya, Ina Wenda, Yosefat Alinknoe, dan Manis Kogoya.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua Pegunungan, Elai Giban, menyatakan bahwa pembentukan Pengurus dan Pengawas Koperasi Provinsi Papua Pegunungan (KP3) bertujuan untuk mewujudkan visi dan misi Gubernur dalam rangka menekan angka inflasi daerah yang cukup tinggi serta menjaga stabilitas ketahanan pangan di wilayah Papua Pegunungan.

“Koperasi ini hadir untuk memperpendek jangkauan harga pasar dan mengoptimalkan potensi produk unggulan lokal. Kita akan fokus pada sektor perkebunan, peternakan, dan perikanan yang menjadi potensi di delapan kabupaten cakupan Papua Pegunungan,” tegas Elai Giban.

Menurutnya, koperasi ini akan berfungsi sebagai wadah penampung hasil pertanian, peternakan, dan perikanan dari setiap kabupaten. Namun, keberhasilan ini tentu membutuhkan dukungan serta kesiapan masyarakat untuk memperluas skala usaha tani mereka, selaras dengan potensi daerah masing-masing

“Secara teknis, koperasi ini akan berperan sebagai pengumpul yang menampung hasil bumi masyarakat. Produk-produk tersebut nantinya dipasarkan secara lokal, maupun didistribusikan ke luar daerah, baik antar-kabupaten maupun ke provinsi tetangga,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan jika jejaki kerja sama antara daerah pada tahun lalu gubernur telah melakukan MoU dengan kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua dan Kabupaten Timika Papua Tengah yang waktu itu MoU oleh Pj.Gubernur Velix Wanggai.

“Kita akan kembangkan juga jejak kerja sama ini dengan Provinsi Papua Selatan di Merauke, sehingga potensi galian C yang ada di Nduga dan Yahukimo akan kita tukar produk unggulan yang ada di Merauke,”tuturnya.

Ia menambahkan BUMD saat ini sedang proses kerja sama dengan akademisi, jika nantinya sudah jalan, maka akan kolaborasi bersama koprasi.

“Terkait wadah penampungan, kami akan mengoptimalkan fasilitas yang tersedia saat ini sembari menyiapkan sarana yang lebih memadai. Sementara itu, anggaran pengelolaan Koperasi Provinsi Papua Pegunungan (KP3) telah disiapkan oleh Gubernur Papua Pegunungan,” jelasnya.

“Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat di Papua Pegunungan untuk tidak berdiam diri dan mulai mengelola lahan tidur di wilayah masing-masing. Masyarakat cukup menyiapkan hasil pertaniannya di tempat, karena pengurus koperasi yang membelinya,” ajaknya.

Sementara, Ketua Koprasi Papua Pegunungan Simson Asso menyampaikan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur yang telah mempercai pengurus yang baru saja di lantik.

“Setalah kami dilantik ini , kami melaksanakan tugas sesuai penjabaran dan arah dari pemrintah provinsi,”katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ke depan pihak koperasi siap menampung seluruh hasil bumi petani. Untuk sementara, pusat penampungan atau gudang telah disiapkan di Mall Jayawijaya. Masyarakat silakan membawa hasil buminya ke sana, sedangkan urusan distribusi sepenuhnya akan dikelola oleh pengurus koperasi,

“Kami tidak turun ke masyarakat  namun masyarakatlah yang datang jual ke kami dan kami siap menampung,”tandasnya. (Stefanus Tarsi)

Exit mobile version