Yesus Akan Kembali kepada Bapa-Nya
(Hari Minggu Paskah V – 3 Mei 2026)
Bapa, ibu, saudara, dan saudari sekalian yang terkasih dalam Kristus. Suasana minggu-minggu antara Paskah dan Hari Kenaikan adalah suasana perpisahan.
Yesus yang masih hadir di tengah para murid menyampaikan pesan-pesan terakhir dan menyiapkan mereka menghadapi kepergian-Nya. Maka, dalam Misa Kudus ini kita merenungkan tema: “Yesus akan kembali kepada Bapa-Nya.”
Para murid merasakan bahwa perpisahan dengan Yesus adalah sesuatu yang sangat berat. Yesus tidak lagi akan tinggal di antara mereka.
Ia akan pergi kepada Bapa. Mereka merasa seperti ditinggalkan sebagai yatim piatu—tanpa pelindung, tanpa jaminan, dan tanpa kehangatan kehadiran yang selama ini mereka rasakan.
Namun, Yesus menyampaikan pesan-pesan yang meneguhkan dan menguatkan mereka. Ia menjelaskan bahwa kepergian-Nya justru memungkinkan kehadiran-Nya menjadi lebih luas.
Kehangatan yang dahulu dirasakan dari luar tidak lagi mereka alami dengan cara yang sama, tetapi kini kehadiran Yesus akan menjadi lebih nyata dari dalam diri mereka: menguatkan hati, mencerahkan pikiran, dan meneguhkan iman.
Yesus kembali kepada Bapa untuk menyediakan tempat bagi kita. Ia mendahului kita agar kita pun kelak dapat datang kepada-Nya (bdk. Yoh. 14:2-3).
Inilah jaminan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya: bahwa hidup kekal telah dipersiapkan di rumah Bapa di surga.
Yesus berkata: “Adalah lebih berguna bagi kamu jika Aku pergi. Sebab jika Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu. Tetapi jika Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan jika Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman” (Yoh. 16:7-8).
Di surga, Yesus bersama Bapa berkuasa dan mengutus Roh-Nya ke dunia. Roh Kudus menghadirkan Kristus dalam diri setiap murid, di segala tempat, setiap waktu, sepanjang zaman.

Bapa lebih besar daripada Putra. Di dunia, kuasa sering kali terbatas oleh ruang dan waktu. Namun bersama Bapa, kuasa Putra meliputi segala sesuatu: merencanakan, menjiwai, melaksanakan, hingga menyempurnakan segala karya keselamatan.
Roh Kudus yang melanjutkan karya Kristus di tengah kita adalah perpanjangan tangan Allah sendiri—kuasa Tritunggal yang menyelenggarakan rencana keselamatan bagi umat-Nya.
Karena itu, keraguan dan kecemasan tidak perlu menguasai kita. Segala sesuatu berada dalam tangan Tuhan yang penuh kasih dan kuasa.
Bapa, ibu, saudara, dan saudari sekalian,
seperti seorang ibu yang memperhatikan setiap langkah anaknya yang sedang belajar berjalan, demikian pula Bapa di surga memperhatikan setiap denyut hidup kita dengan penuh kasih.
Karena Bapa lebih besar daripada Putra, maka bersama Bapa dalam Roh-Nya, kita pun dimampukan untuk melakukan karya-karya yang lebih besar, seturut rencana-Nya, dalam bimbingan dan penyertaan-Nya.
Marilah kita semakin percaya dan setia kepada-Nya.
Amin. Tuhan memberkati kita semua.
(Pastor Charles Loyak Deket OSC).












Dia pergi dan akan Kembali Abadi Bersama Kira. Amin