Jayawijaya, - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Pegunungan sukses menggelar festival dan pameran ekonomi kreatif di Halaman Kantor Gubernur, Wamena.

Kegiatan ini dirancang sebagai wadah strategis untuk mempromosikan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asli bentukan masyarakat dari delapan kabupaten yang berdomisili di ibu kota provinsi.

Hingga Kamis (9/7/2026) pagi, tercatat sebanyak 52 UMKM telah berpartisipasi aktif memamerkan produk unggulan mereka, dan jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah hingga penutupan acara.

WhatsApp Image 2026-07-10 at 15.27.07-2.jpeg

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Pegunungan Suryani Yigibalom menjelaskan bahwa pameran ini lahir dari inisiatif para pelaku usaha yang ingin mengembangkan potensi lokal dari daerah masing-masing. Kendati demikian, ke depan pemerintah berharap adanya komitmen dan keterlibatan langsung dari para bupati di delapan kabupaten.

Sinergi dari para pemimpin daerah dinilai krusial untuk menjawab tantangan ekonomi regional, seperti lambatnya pertumbuhan ekonomi, tingginya angka inflasi, serta angka pengangguran yang masih menjadi pekerjaan rumah.

"Berbicara masalah ekonomi memang tidak akan pernah terputus dan selalu ada persoalan. Namun, di tengah persoalan itu pasti ada solusi," ujar perwakilan DPMPTSP saat memberikan keterangan di lokasi pameran.

Terkait dukungan modal, pihak DPMPTSP menegaskan bahwa regulasi instansinya tidak dialokasikan untuk pemberian bantuan modal usaha secara langsung. Sebagai gantinya, DPMPTSP mengambil peran sebagai fasilitator dan jembatan promosi bagi produk-produk yang telah dibina oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis.

"Kami mendukung apa yang sudah dilakukan oleh OPD teknis lain sesuai sektor masing-masing. Misalnya di sektor pertanian, bagaimana dinas terkait mengarahkan masyarakat untuk kembali mengelola lahan mereka. Hasil lahan yang sudah terlihat itulah yang kami di DPMPTSP lihat sebagai potensi baik untuk didorong ke pasar yang lebih luas," tambahnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat Wamena. Berbagai komoditas pangan olahan, kuliner, hingga kerajinan tangan lokal dipamerkan dengan harga yang bervariasi langsung dari para perajin.

Di antara produk yang menarik perhatian pengunjung adalah aneka camilan seperti roti pisang cokelat, keripik pisang, dan keripik talas. Tidak hanya itu, stan kuliner juga menyajikan hidangan berat seperti daging bakar dan ayam kampung bakar, yang disandingkan dengan kesegaran es buah serta hasil bumi segar langsung dari kebun masyarakat. Menambah kekhasan budaya lokal, kerajinan tradisional berupa kain sali (pakaian adat khas, noken  juga turut dipamerkan dalam festival ini. (Stefanus Tarsi)