Kendalikan Inflasi, Elai Giban Serukan Sinergi 8 Kabupaten
Jayawijaya, KV - Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menegaskan pentingnya sinergi berskala besar antar-kabupaten dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Langkah konkret ini diperlukan guna menekan laju inflasi, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mengentaskan masalah kemiskinan ekstrem dan stunting.
Hal tersebut disampaikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Pegunungan, Elai Giban, di sela-sela pelaksanaan Festival UMKM yang diinisiasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pada Kamis 9/7/2026 di Halaman Kantor Gubernur di Wamena

"Kita harus lakukan bersama semua pihak bagaimana kita menekan harga bahan pangan maupun harga kebutuhan pokok melalui upaya-upaya seperti ini, supaya kita bisa menekan inflasi sampai pada angka normal," ujar Elai Giban.
Elai menjelaskan bahwa penanganan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif tidak bisa bertumpu pada satu instansi saja. Pimpinan daerah mengharapkan adanya kolaborasi aktif dengan berbagai OPD teknis lain, termasuk dinas koperasi, ketahanan pangan, pertanian, perikanan, perkebunan, hingga peternakan.
Selain ego sektoral yang harus dikikis, Elai juga menyoroti akurasi data ekonomi di wilayah Papua Pegunungan. Selama ini, pengambilan sampel data inflasi masih berpusat di Kabupaten Jayawijaya. Ke depan, Elai meminta seluruh delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan untuk terlibat aktif secara serius
Elai juga mengingatkan jajaran pemerintah daerah di delapan kabupaten untuk disiplin dalam menginput data laporan perkembangan ekonomi secara berkala ke sistem nasional. Pelaporan yang teratur sangat krusial agar intervensi terhadap UMKM dan ekonomi kreatif dapat terukur dengan baik.
"Pelaporan dan pelaksanaannya harus betul-betul meningkatkan UMKM dan juga ekonomi kreatif. Ini harus dilaksanakan dengan baik. Dengan sendirinya, langkah ini akan menekan kenaikan inflasi, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat itu sendiri," tegasnya.
Data yang teratur dan valid ini juga menjadi modal penting bagi pemerintah provinsi saat memaparkan progres daerah dalam rapat koordinasi (rakor) rutin setiap hari Senin bersama pemerintah pusat.
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan optimistis, jika roda ekonomi masyarakat bergerak positif melalui penguatan pangan dan UMKM, maka dampaknya akan meluas ke sektor kesejahteraan lainnya.
“kalua kondisi ekonomi yang stabil secara otomatis akan memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat. Di dalamnya termasuk menyukseskan program prioritas nasional, yaitu penurunan angka stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem di seluruh bumi Papua Pegunungan,”tandasnya. (Stefanus Tarsi)