Papua Pegunungan

DPRP Papua Pegunungan Imbau Warga Tidak Berlebihan Rayakan Piala Dunia 2026

0
×

DPRP Papua Pegunungan Imbau Warga Tidak Berlebihan Rayakan Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Pawai Akbar Piala Dunia di Wamena

Jayawijaya, KV– Wakil Ketua II DPR Papua Pegunungan, Terius Yigibalom, mengimbau masyarakat tidak melakukan euforia berlebihan dalam menyambut dan mendukung tim favorit pada ajang Piala Dunia 2026.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya antusiasme masyarakat di Wamena dan sejumlah wilayah Papua Pegunungan menjelang bergulirnya turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.

Menurut Terius, semarak Piala Dunia tahun ini terlihat berbeda dibandingkan edisi sebelumnya karena melibatkan lebih banyak kalangan, termasuk anak-anak.

akil Ketua II DPR Papua Pegunungan, Terius Yigibalom, menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar merayakan Piala Dunia 2026 secara tertib dan aman di Wamena.

“Situasi menjelang Piala Dunia 2026 memang agak sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, terutama untuk masyarakat pencinta sepak bola,” ujar Terius di Wamena.

Ia mengatakan kecintaan masyarakat terhadap tim-tim nasional peserta Piala Dunia merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh diekspresikan secara berlebihan.

Terius menilai sejumlah konvoi kendaraan yang dilakukan pendukung tim tertentu sudah menunjukkan fanatisme berlebihan dan berpotensi menimbulkan persoalan di masyarakat.

Menurutnya, semangat mendukung tim favorit harus tetap disertai sikap santun, sopan, dan menghormati sesama pendukung tim lainnya.

“Selaku wakil rakyat di Papua Pegunungan, saya mengharapkan kepada seluruh masyarakat pencinta sepak bola, boleh mendukung timnya namun harus dengan cara yang santun, sopan, dan beretika,” katanya.

Ia mengingatkan perbedaan pendapat dan adu argumen antarpendukung merupakan hal yang biasa dalam sepak bola, tetapi jangan sampai berujung konflik fisik.

Terius juga menyinggung adanya insiden kecelakaan yang terjadi saat konvoi beberapa waktu lalu dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

Menurut dia, masyarakat perlu lebih mengutamakan keselamatan dibandingkan menunjukkan fanatisme yang berlebihan terhadap tim yang didukung.

“Saya mengharapkan kepada semua pihak untuk memberikan edukasi dalam pengendalian diri dan emosi agar tidak menimbulkan konflik,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas sepak bola, dan keluarga ikut berperan mengedukasi masyarakat.

Terius menegaskan upaya menjaga keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan karena jumlah personel yang terbatas.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari hanya karena mengikuti pertandingan Piala Dunia.

“Aktivitas masyarakat sehari-hari merupakan prioritas. Pertandingan sepak bola dalam Piala Dunia ini hanya sebatas hobi,” kata Terius. (Stefanus Tarsi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *