OPINI

Menunggu Datangnya Sang Penolong

0
×

Menunggu Datangnya Sang Penolong

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi renungan.

Menunggu Datangnya Sang Penolong
(Hari Minggu Paskah VI – 10 Mei 2026)

Bapa, ibu, saudara, dan saudari sekalian yang terkasih dalam Kristus. Pada Hari Minggu Paskah VI ini, kita merayakan Misa Kudus sambil merenungkan tema: “Menunggu Datangnya Sang Penolong.”

Menjelang kepergian-Nya, Yesus menjanjikan seorang Pengganti, yaitu Sang Penolong dan Sang Penghibur, yang akan meneruskan karya keselamatan-Nya di dalam diri para murid sepanjang zaman.

Sang Penolong itu adalah Roh yang berasal dari Bapa, diutus oleh Putra, dan membawa segala kuasa yang diperlukan untuk melanjutkan serta menyempurnakan karya Kristus di dunia.

Para murid yang merasa belum siap ditinggalkan diberi janji akan menerima kekuatan dari atas, yaitu Penolong dalam seluruh perjalanan hidup dan perutusan mereka sebagai rasul (bdk. Yoh. 14:15-21).

Sang Penolong hadir untuk memberi kekuatan, menerangi keraguan, dan menghibur dalam penderitaan. Yesus pergi pada waktunya, dan pada waktunya pula Sang Penolong datang.

Yesus kembali kepada Bapa yang lebih besar, namun melalui Roh Kudus Ia tetap hadir menyertai setiap murid-Nya di sepanjang jalan perutusan mereka.

Roh Kudus datang untuk mendewasakan para murid di tengah pergolakan dan perjuangan hidup. Ia mematangkan ajaran Yesus dengan menghadapkannya pada tantangan, persoalan, dan pergumulan setiap zaman.

Saudara-saudari terkasih,

Menunggu datangnya Sang Penolong membutuhkan sikap iman tertentu dalam diri kita. Agar Sang Penolong dapat turun dan tinggal dalam diri kita, maka hati kita harus terbuka luas bagaikan lembah.

Kita dipanggil untuk merendahkan diri, menjauhkan kesombongan, gengsi, dan sikap merasa paling benar.

Sang Penolong yang dijanjikan Yesus adalah Roh Kudus dari Bapa di surga. Kata “roh” dalam bahasa Ibrani adalah ruach, yang berarti “angin”. Maka Roh Kudus dapat digambarkan sebagai “Angin Suci” dari surga.

Seperti angin yang bergerak dari tempat bertekanan tinggi ke tempat bertekanan rendah, demikian pula Roh Kudus akan datang kepada hati manusia yang rendah hati, terbuka, dan siap menerima-Nya.

Roh Kudus akan tinggal di dalam kita, menemani dan mendampingi hidup kita, serta melanjutkan karya Kristus di dunia ini.

Pastor Charles Loyak Deket OSC.

Karena itu, kita akan merasakan pertolongan Tuhan yang nyata dalam hidup dan pelayanan kita. Beban hidup menjadi lebih ringan karena Tuhan sendiri menyertai kita.

Yesus berkata: “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu” (ay. 18).

Namun, apabila Roh Kudus datang dan menemukan hati yang sombong, merasa diri sudah sempurna, dan tidak membutuhkan pertolongan Tuhan, maka Roh Kudus tidak akan tinggal di dalamnya.

Semoga ketika Roh Kudus datang, Ia menemukan iman kita yang tetap berjaga, hati yang rendah, dan budi yang terbuka luas untuk menerima-Nya.

“Datanglah, ya Roh Kudus. Tinggallah di dalam hati dan jiwa kami.”

Amin.

Tuhan memberkati kita semua.

(Pastor Charles Loyak Deket OSC)

 

Respon (2)

  1. Semoga roh kudus menguatkan IMAN dan rendah hati di hadapan tuhan yesus Kristus Amin tum🙏🏻.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

OPINI

Yesus Akan Kembali kepada Bapa-Nya (Hari Minggu Paskah V – 3 Mei 2026) Bapa, ibu, saudara, dan saudari sekalian yang terkasih dalam Kristus. Suasana minggu-minggu antara Paskah dan Hari Kenaikan…

OPINI

(Hari Minggu Paskah II – Kerahiman Ilahi, 12 April 2026) Bapa, ibu, saudara dan saudari sekalian terkasih dalam Kristus. Kita baru saja merayakan Hari Raya Paskah, kebangkitan Tuhan Yesus Kristus,…

OPINI

Tuhan Yesus Bangkit, Kita Juga Harus Bangkit (Minggu, Hari Raya Paskah, 5 April 2026) Bapak, ibu, saudara, saudari, adik-adik, serta anak-anak sekalian, selamat Hari Raya Paskah bagi kita semua! Meskipun…