JayawijayaPapua Pegunungan

Warga Wamena Keluhkan Oknum Pangkalan Nakal, Harga Mitan Subsidi Dinaikkan dan Kuota Dipotong

0
×

Warga Wamena Keluhkan Oknum Pangkalan Nakal, Harga Mitan Subsidi Dinaikkan dan Kuota Dipotong

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi saat warga menerima penyaluran minyak tanah subsidi pemerintah

Jayawijaya, KV- Warga Wamena mengeluhkan dugaan kecurangan pangkalan minyak tanah subsidi yang menaikkan harga serta mengurangi jatah literan, Jayawijaya, April 2026.

Keluhan warga muncul di sejumlah wilayah seperti Jalan Irian, Jalan Thamrin, hingga kawasan Jalur SD Negeri Jalan Sanger Wamena.

Warga menilai praktik kenaikan harga sepihak dan pengurangan kuota minyak tanah subsidi sudah berlangsung lama tanpa penindakan tegas pemerintah.

Aldi, warga Jalan Irian, mengaku kuota minyak tanah subsidi yang diterimanya selama ini tidak pernah diberikan secara utuh.

“Seharusnya kami menerima sepuluh liter, tetapi jatah dikurangi menjadi tujuh liter dengan harga Rp7.500 perliter,” ungkap Aldi kepada media.

Ia menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir meski harga eceran tertinggi resmi hanya Rp4.000 per liter.

Keluhan serupa disampaikan warga di pangkalan Jalan Thamrin dekat perempatan Jalan Pattimura yang hanya menerima lima liter setiap bulan.

Warga mengaku tetap harus membayar Rp7.500 perliter meski minyak tanah tersebut merupakan komoditas subsidi untuk kebutuhan masyarakat kecil.

Pengurangan kuota minyak tanah ini memunculkan pertanyaan warga mengenai ke mana sisa jatah subsidi tersebut dialihkan oleh pengelola pangkalan.

Sementara warga di Jalan Sanger mengaku sudah satu tahun tidak lagi mendapatkan jatah minyak tanah subsidi dari pangkalan resmi.

Mereka mempertanyakan keberadaan kuota subsidi yang seharusnya diterima masyarakat namun diduga tidak disalurkan sesuai ketentuan pemerintah selama ini.

Warga bernama Arni mendesak pemerintah, Pertamina, dan aparat hukum segera turun tangan menindak pangkalan nakal di wilayah Wamena tersebut.

“Kami minta pengawasan diperketat dan pangkalan curang dicabut izinnya agar subsidi tidak dijadikan ladang bisnis oknum,” tegas Arni. (Stefanus Tarsi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Papua Pegunungan

JAYAPURA,KV – Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menghadri menghadiri Rapat Koordinasi teknis percepatan eliminasi Aids, Tuberkulosis, Malaria dan Kusta bersama Wakil Menteri Kesehatan dan sejumlah pejabat terkait. Di Jayapura,…