JayawijayaPapua Pegunungan

Ada Apa Harga Minyak Tanah di Wamena Rp 25.000 Per Liter?

0
×

Ada Apa Harga Minyak Tanah di Wamena Rp 25.000 Per Liter?

Sebarkan artikel ini
Penjualan Mitan seharga 25 perliter di Jalan Patimura Wamena. Rabu (6/5/2025)

Jayawijaya, KV – Harga minyak tanah di Wamena melonjak hingga Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per liter di tingkat pengecer, sejak April hingga Mei 2026.

Lonjakan ini memicu keresahan warga sekaligus menimbulkan tanda tanya besar terkait rantai distribusi karena minyak tanah merupakan komoditas subsidi pemerintah.

Pantauan di Jalan Pattimura, Jalan Irian, hingga beberapa titik jalan pusat pertokoan di Wamena menunjukkan pengecer menjual minyak tanah secara terbuka di atas HET.

Kenaikan harga dinilai janggal karena distribusi minyak tanah tidak berkaitan dengan dampak kenaikan harga avtur terhadap biaya logistik kargo.

Manager Trigana Air Service Wamena Michael Biduri menegaskan pihaknya hanya mengangkut minyak tanah subsidi berdasarkan kontrak resmi bersama Pertamina.

“Kami hanya angkut mitan subsidi dan tidak ada angkutan industri sehingga kenaikan harga pengecer tidak berkaitan dengan ongkos kargo,” ujarnya.

Manager Trigana Air Service Wamena Michael Biduri

Ia menegaskan pihaknya telah mengonfirmasi ke manajemen kargo di Sentani terkait distribusi minyak tanah yang selama ini berjalan normal.

Namun muncul pertanyaan mengenai sumber pasokan pengecer jika tidak ada izin pengangkutan minyak tanah kategori industri ke wilayah tersebut.

Seorang pengecer di Jalan Pattimura mengaku mendapatkan pasokan dari oknum tak dikenal yang melintas depan ruko menggunakan kendaraan pribadi dan menawarkan menjual minyak tanah.

“Kami beli dari orang lewat, bahkan ada yang tawarkan satu drum seharga Rp3 juta,” ungkap pengecer tanpa menyebut identitas pemasok.

Di sisi lain warga mengeluhkan jatah minyak tanah subsidi yang diterima tidak sesuai aturan serta harga yang lebih tinggi.

Aldi yang tinggal di Jalan Irin mengaku hanya mendapatkan tujuh liter per KK dengan harga Rp7.500 per liter meski seharusnya memperoleh sepuluh liter.

“Kami sudah alami ini tiga tahun dan baru tahu harga resmi Rp4.000, kami curiga ada permainan kuota subsidi,” keluh Aldi.

Sementara itu, Seorang warga Arni menilai pemerintah dan aparat seolah tutup mata terhadap praktik permainan harga yang merugikan masyarakat kecil di Wamena.

“Ini sangat meresahkan, kami minta pemerintah dan aparat segera mengusut dan menangkap pelaku di balik permainan distribusi minyak tanah  ini yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Pertamina melalui Sales Branch Manager wilayah Papua Pegunungan Andre Hauzan melakukan sidak ke pangkalan untuk memastikan distribusi berjalan normal.

“Stok tersedia dan distribusi normal, harga pangkalan tetap Rp4.000 per liter sesuai ketentuan,” ujar Andre kepada awak media.

Perwakilan Sales Branch Manager Pertamina wilayah Papua Pegunungan, Andre Hauzan saat sidak di sejumlah pangkalan minyak tanah di Wamena. Rabu (8/4/2026)

Ia menegaskan tidak ada pengiriman minyak tanah kategori industri dari Jayapura namun belum dipastikan potensi praktik curang di lapangan.

Andre meminta masyarakat menghindari pembelian di pengecer non-resmi serta melaporkan pangkalan yang menjual di atas harga ketentuan pemerintah.

Hingga kini rantai distribusi yang diduga mengalihkan jatah subsidi ke pengecer dengan harga tinggi masih menjadi misteri yang belum terungkap.(Stefanus Tarsi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Papua Pegunungan

JAYAPURA,KV – Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menghadri menghadiri Rapat Koordinasi teknis percepatan eliminasi Aids, Tuberkulosis, Malaria dan Kusta bersama Wakil Menteri Kesehatan dan sejumlah pejabat terkait. Di Jayapura,…