Kilang Kasim Lakukan Lifting Perdana Biosolar B50, Salurkan 4.600 Kiloliter ke MT Krasak
Sorong, KV — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Kasim melakukan lifting perdana produk Biosolar B50 sebagai dukungan terhadap program swasembada energi nasional.
Lifting perdana itu menyalurkan Biosolar B50 sebanyak 4.600 kiloliter ke MT Krasak pada 18 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian implementasi kebijakan mandatory B50 yang resmi berlaku secara nasional sejak 1 Juli 2026.
Biosolar B50 merupakan campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbahan sawit dan 50 persen minyak solar hasil olahan Kilang Kasim.
Penerapan kebijakan itu menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang mengimplementasikan Biosolar B50 secara nasional.
General Manager Kilang Kasim Hadi Siswanto mengatakan, langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah memperkuat ekonomi berbasis sumber daya terbarukan.
"Peningkatan pemanfaatan biodiesel merupakan langkah strategis Indonesia dalam mengoptimalkan penggunaan energi berbasis bahan bakar nabati sawit sebagai sumber energi domestik," kata Hadi.
Menurut Hadi, Kilang Kasim berkomitmen mendukung Asta Cita Presiden melalui lifting perdana Biosolar B50 sebanyak 4.600 kiloliter ke MT Krasak.
Ia menilai Biosolar B50 menjadi bagian transformasi energi yang memanfaatkan potensi sumber daya Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Program tersebut, lanjut Hadi, juga berpotensi menghemat devisa negara melalui pengurangan impor bahan bakar fosil.
Selain itu, implementasi Biosolar B50 diharapkan memperkuat hilirisasi sawit dan meningkatkan nilai tambah rantai pasok ekonomi dalam negeri.
Pertamina menyebut lifting perdana Biosolar B50 dari Papua menandai kesiapan infrastruktur energi Indonesia Timur mendukung kemandirian energi nasional.