Jayawijaya, KV – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mendorong penguatan koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat melalui peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Wamena, Senin (13/7/2026).

Upacara berlangsung di halaman Kantor Gubernur Papua Pegunungan dan dipimpin Asisten II Setda Papua Pegunungan, Elai Giban, mewakili Gubernur John Tabo.

DSC03809.jpg

Elai mengatakan peringatan Hari Koperasi sebenarnya jatuh pada 12 Juli 2026, namun pemerintah provinsi menggelarnya sehari kemudian karena bertepatan hari Minggu.

Menurutnya, pemerintah menjadikan peringatan Hari Koperasi sebagai momentum memperkuat gerakan koperasi, terutama melalui program Koperasi Desa Merah Putih.

Ia menyebut pemerintah pusat dan pemerintah daerah kini memperkuat sinergi membangun koperasi sebagai fondasi peningkatan ekonomi masyarakat Papua Pegunungan.

"Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga memberikan perhatian khusus melalui Dinas Koperasi dan UMKM serta dukungan anggaran dari Bapak Gubernur," katanya.

DSC03872.jpg

Elai menjelaskan pemerintah provinsi telah mendata sekitar seribu koperasi yang tersebar di delapan kabupaten di Papua Pegunungan.

Namun, menurutnya, jumlah koperasi saja belum cukup apabila tidak diikuti peningkatan kualitas pengelolaan, disiplin organisasi, dan tata kelola yang profesional.

"Kami berharap tidak hanya jumlahnya bertambah, tetapi juga kualitas pengelolaannya meningkat sehingga benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah provinsi segera mencanangkan koperasi daerah sebagai pelengkap program Koperasi Desa Merah Putih dari pemerintah pusat.

lanjut Elai, pemerintah mengalokasikan anggaran melalui dana otonomi khusus untuk memperkuat pengembangan koperasi di seluruh Papua Pegunungan.

Ia berharap koperasi mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus mendukung peningkatan pendidikan, kesehatan, dan kualitas sumber daya manusia.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyerahkan bantuan Rp100 juta kepada Koperasi Walesi di Kabupaten Jayawijaya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan   Alpius Yigibalom, menjelaskan koperasi tersebut menerima bantuan karena menjadi koperasi paling siap dan telah menjalankan kegiatan usaha secara aktif.

"Dari yang terkonfirmasi, baru koperasi di Walesi yang benar-benar berjalan sehingga kami memberikan penghargaan sebagai bentuk motivasi," katanya.

Ia mengungkapkan lebih dari 2.000 kampung dan kelurahan di delapan kabupaten telah membentuk koperasi, namun baru sekitar seribu yang memiliki akta notaris.

Dari jumlah tersebut, katanya, baru beberapa koperasi yang mulai beroperasi, sedangkan yang dinilai berjalan baik saat ini masih sangat terbatas.

Ia mengajak seluruh pengurus koperasi memanfaatkan dukungan pemerintah dengan membangun manajemen yang disiplin, transparan, dan berkelanjutan.

"Koperasi bukan sekadar bantuan seremonial, tetapi harus benar-benar dikembangkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya. (Stefanus Tarsi)