Jayawijaya, Koranvox.com — Gubernur Papua Pegunungan John Tabo meminta masyarakat menilai kinerja pemerintah berdasarkan bukti pembangunan di lapangan, bukan komentar negatif yang beredar.
Pernyataan itu disampaikan John saat membuka pameran pembangunan yang menampilkan hasil pelaksanaan program Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan selama satu tahun anggaran 2025 dalam rangka peringatan HUT -81 RI, Rabu (12/8/2026).
John mengatakan, pameran tersebut sengaja digelar agar masyarakat dapat melihat langsung pekerjaan pemerintah melalui dokumentasi dan informasi dari organisasi perangkat daerah yang dipajang di setiap stan.
“Jangan berbicara katanya atau kira-kira. Kita sekarang berbicara fakta. Silakan datang dan lihat, bertanya kepada stan-stan yang sudah disediakan,” kata John.
Menurut John, pembangunan yang dilakukan pemerintah provinsi tidak hanya berpusat di Wamena. Program juga dilaksanakan di delapan kabupaten yang berada dalam wilayah Papua Pegunungan.

Ia menyebut pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, pengaspalan, hingga pembukaan akses jalan menjadi bagian dari program yang dikerjakan pemerintah.
Selain infrastruktur, pemerintah juga menunjukkan capaian di bidang pendidikan. Sekitar 800 peserta didik telah mendapatkan pembiayaan pendidikan, dengan 300 orang di antaranya telah menyelesaikan pendidikan.

Di sektor pertanian, pemerintah mulai mendorong peningkatan produksi sayur-mayur, umbi-umbian, serta pengembangan komoditas kopi melalui dukungan fasilitas, pembibitan, modal usaha, dan koperasi.
John mengatakan, hasil pertanian dan kopi dari sejumlah wilayah mulai masuk dalam pengembangan koperasi. Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan program pembangunan mulai memberikan hasil setelah berjalan selama satu tahun.
Karena itu, John meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan pembangunan tidak berjalan hanya berdasarkan informasi atau komentar yang belum melihat langsung kondisi di lapangan.

“Orang tidak usah memberi komentar yang bukan-bukan. Datang lihat dulu. Anda turun, betulkah pemerintah kerja? Nah, inilah kita lakukan pameran mini,” ujarnya.
John menegaskan, pameran pembangunan akan diupayakan menjadi agenda tahunan. Pemerintah ingin membuka informasi mengenai program yang telah dikerjakan sekaligus menunjukkan lokasi dan penerima manfaatnya.

Ia mengakui Papua Pegunungan masih merupakan provinsi baru sehingga pembangunan membutuhkan proses bertahap. Menurut dia, pemerintah saat ini sedang meletakkan fondasi pembangunan untuk delapan kabupaten.
“Kita ini provinsi yang baru, baru bayi yang lahir. Jadi tidak bisa kita menilai ini matahari sudah sore atau sudah siang. Ini baru matahari terbit,” kata John.

John berharap masyarakat dapat melihat pembangunan secara utuh melalui bukti yang ditampilkan pemerintah, termasuk program yang berlangsung di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan Provinsi Papua Pegunungan. (Stefanus Tarsi)











