Jayawijaya, Koranvox.com — Gubernur Papua Pegunungan John Tabo menegaskan pembangunan di provinsi tersebut tidak hanya berpusat di Wamena, tetapi menjangkau delapan kabupaten.
Hal itu disampaikan John saat membuka pameran pembangunan pelaksanaan satu tahun anggaran 2025 Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (12/8/2026).
Menurut John, pameran tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung berbagai program pemerintah yang telah dilaksanakan di wilayah Papua Pegunungan.
“Orang pikir kita kerjanya di Wamena ini, padahal ada kerja kita di Tolikara, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Yalimo, Mamberamo Tengah, Nduga, dan semua kabupaten,” katanya.

John mengatakan, sejumlah hasil pembangunan dari delapan kabupaten ditampilkan melalui stan organisasi perangkat daerah dalam pameran tersebut.
Ia menyebut program pemerintah antara lain menyentuh sektor infrastruktur, pendidikan, pertanian, dan koperasi.
Dalam bidang infrastruktur, pemerintah mengerjakan pembangunan jembatan, jalan, pengaspalan, hingga pembukaan akses jalan di sejumlah wilayah.
Sementara sektor pertanian mulai diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan dan komoditas unggulan daerah. Pemerintah juga mendorong pengembangan kopi dari sejumlah kabupaten melalui koperasi.

John mengatakan, kopi dari Kurima dan Tangma serta beberapa wilayah lainnya mulai ditampung melalui koperasi. Pengembangan pembibitan kopi juga akan terus didorong agar produksi dapat meningkat.
“Ke depan itu orang menikmati kopi, hasil produksi sendiri di Papua Pegunungan,” ujarnya.
Menurut John, pembangunan di Papua Pegunungan masih berada pada tahap awal karena provinsi tersebut merupakan daerah otonomi baru.

Ia mengibaratkan Papua Pegunungan sebagai bayi yang baru lahir sehingga membutuhkan proses untuk membangun pemerintahan dan meletakkan fondasi pembangunan.
“Kita ini provinsi yang baru, baru bayi yang lahir. Jadi tidak bisa kita menilai ini matahari sudah sore atau sudah siang. Ini baru matahari terbit,” katanya.
John berharap pameran pembangunan dapat menjadi sarana untuk memperlihatkan hasil kerja pemerintah secara terbuka kepada masyarakat, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk pembangunan pada tahun-tahun berikutnya. (Stefanus Tarsi)











