Jayapura, KV- Kericuhan hebat pecah di Stadion Lukas Enembe Sentani Timur usai Persipura kalah melawan Adhyaksa FC, Jumat (8/5/2026) malam.
Pertandingan berlangsung sengit sejak pukul 17.00 WIT sebelum Adhyaksa FC mencetak gol kemenangan pada menit keempat puluh enam pertandingan.
Persipura gagal menyamakan kedudukan hingga peluit panjang dibunyikan sehingga harus menyerah dengan skor tipis nol satu di kandang sendiri.
Kekalahan tersebut memicu kekecewaan suporter hingga ratusan massa nekat melompati pagar tribun dan masuk ke tengah lapangan pertandingan.
Massa kemudian mengejar pemain Adhyaksa FC dan perangkat pertandingan sehingga aparat keamanan melakukan evakuasi dengan pengawalan ketat dari lokasi.
Situasi semakin memanas setelah sejumlah massa melakukan pembakaran kendaraan serta merusak fasilitas umum di sekitar Stadion Lukas Enembe Sentani.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito menyatakan aparat segera melakukan pengamanan guna mencegah kerusuhan meluas ke masyarakat sekitar.
“Fokus utama kami melindungi nyawa manusia serta meminimalisir kerusakan fasilitas negara akibat kericuhan pascapertandingan,” ujar Kombes Cahyo kepada wartawan.
Polda Papua menduga terdapat oknum tertentu yang memanfaatkan kekecewaan suporter untuk memprovokasi massa melakukan tindakan anarkis di lokasi pertandingan.
“Kericuhan dipicu emosi suporter terhadap hasil pertandingan namun ada indikasi provokasi sistematis hingga terjadi pembakaran,” jelas Kombes Cahyo resmi.
Polda Papua memastikan akan melakukan penyelidikan intensif terhadap pelaku provokasi dan perusakan fasilitas umum dalam kericuhan tersebut secepatnya.
Hingga kini polisi masih mendata kerugian material sementara sejumlah kendaraan dilaporkan terbakar dan beberapa kios warga mengalami kerusakan berat. (Redaksi)











