Bupati Atenius Murip Optimis Festival Budaya Lembah Baliem Dongkrak UMKM
Jayawijaya, Koranvox.com – Bupati Jayawijaya Atenius Murip optimistis penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Jayawijaya.
Festival Budaya Lembah Baliem dijadwalkan berlangsung pada 7–10 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya telah menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan, termasuk penyambutan tamu dari pemerintah pusat.
"Hari ini kita menyambut kehadiran Kementerian Pariwisata. Ibu Wakil Menteri datang hari ini, kemudian siang nanti Menteri Koperasi tiba di Wamena," kata Atenius Murip di Wamena, Kamis (6/8/2026).

Atenius mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang kembali menghadiri Festival Budaya Lembah Baliem. Menurut dia, kehadiran pemerintah pusat menjadi dukungan bagi pelestarian budaya sekaligus pengembangan pariwisata di Papua Pegunungan.
Ia berharap pelaksanaan festival tahun ini memberi dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, terutama pelaku UMKM.
"Tetap setiap tahun kami menyelenggarakan Festival Budaya Lembah Baliem untuk mempertahankan budaya-budaya yang ada di Indonesia, khususnya di Jayawijaya," ujarnya.
Atenius mengatakan penyelenggaraan festival tahun ini menghadirkan konsep berbeda dengan membagi kegiatan di dua lokasi.
Arena utama Festival Budaya Lembah Baliem tetap berlangsung di Welesi. Sementara pameran UMKM dan Festival Kopi atau Noken Street dipusatkan di kawasan Tugu Salib dan Kantor Bupati Jayawijaya.
Menurut dia, konsep tersebut bertujuan memperluas ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal, khususnya mama-mama Papua.
Selain itu, pemerintah ingin memperkenalkan kopi Papua Pegunungan yang telah mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG).
"Kualitas kopi Papua Pegunungan merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia dan sudah memiliki Indikasi Geografis. Itu yang ingin kami tampilkan kepada para tamu," katanya.
Atenius mengimbau masyarakat memanfaatkan Festival Budaya Lembah Baliem untuk menggerakkan perekonomian daerah.
Ia menilai sektor transportasi, penginapan, kuliner, hingga penjualan produk lokal akan memperoleh manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan.
Bupati juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan agar memperoleh kesan positif selama berada di Jayawijaya.
Selain itu, Atenius kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan selama pelaksanaan festival.
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya telah menerbitkan surat edaran larangan pembakaran di 40 distrik dan 328 kampung sebagai upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan serta menjaga kelestarian lingkungan.