Jayawijaya, Koranvox.com - Pertarungan sengit tersaji di atas ring tinju Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Senin (3/8/2026)

Petinju juara kelas menengah super World Boxing Council (WBC) Kontinental, Geisler Ap, sukses meraih kemenangan technical knockout (TKO) atas lawannya, Bambang Rusiadi, pada ronde keempat dalam partai tinju nongelar.

Sejak bel ronde pertama dibunyikan, kedua petinju langsung memperagakan permainan terbuka dan agresif. Jual beli pukulan terjadi silih berganti hingga ronde ketiga, membuat penonton di tanah kelahiran Geisler Ap di Wamena terus bergemuruh memberikan dukungan.

Memasuki pertengahan ronde keempat, momentum pertandingan berpihak kepada sang juara kontinental. Kombinasi pukulan hook kiri dan kanan yang dilancarkan Geisler telak bersarang di wajah petinju asal Sumatera Utara tersebut.

Bambang Rusiadi yang tak mampu menahan gempuran akhirnya terjatuh ke kanvas dan gagal bangkit hingga wasit Irianto Pakombong menyelesaikan hitungan sepuluh.

"Saya bersyukur kepada Tuhan karena pertandingan profesional pertama di Wamena, tempat kelahiran saya, bisa menang TKO meski harus bermain habis-habisan di atas ring tadi," ujar Geisler seusai pertandingan.

Geisler mendedikasikan kemenangan memuaskan ini untuk seluruh masyarakat Papua Pegunungan serta jajaran pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan penuh. Ia juga menyebut doa keluarga tercinta menjadi sumber kekuatannya di atas ring.

Meskipun berstatus sebagai pertandingan nongelar, hasil positif ini dinilai sangat penting karena dapat memengaruhi posisi peringkat pertama dan kedua di level WBC.

Geisler bahkan sempat melontarkan janji tegas sebelum naik ring untuk gantung sarung tinju seandainya ia takluk di tangan Bambang Rusiadi.

Dengan kemenangan TKO ini, petinju kebanggaan Papua tersebut justru bersiap menatap tantangan yang lebih tinggi. "Menang maka saya akan melakoni laga internasional untuk terakhir kalinya," tegasnya.

Lebih lanjut, Geisler mengungkapkan bahwa digelarnya ajang tinju profesional di wilayah Papua Pegunungan memiliki misi besar, yakni untuk memantik semangat generasi muda agar terjun ke dunia olahraga baku tumbuk.

Dirinya berharap pembinaan atlet tinju di delapan kabupaten dan tingkat provinsi dapat terus berjalan maksimal demi melahirkan petinju-petinju profesional berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa. (Stefanus Tarsi)